Tampilkan postingan dengan label Palembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palembang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Februari 2015

Pasokan Normal, Harga Bervariasi

Pasokan Normal, Harga Bervariasi
Pasokan Aman: Ikan gabus di pasaran pasokannyamaih aman. Tampak pedagang membersihkan ikan untuk digiling
______________________________


PALEMBANG --- Kendati pasokan ikan gabus normal, tidak membuat harga ikan ini turun. Harga ikan gabus tersebut bervariasi. Berdasarkan pantauan koran ini, Minggu (22/2), di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Cinde, 26 Ilir, Km 5, dan Pasar Lemabang, harga ikan gabus cukup bervariasi. Harga ikan mulai dari Rp 40 ribu/kg hingga Rp 60 ribu/kg.

Menurut Ali (45), pedagang ikan gabus di Pasar Cinde, saat ini, harga ikan gabus masih tetap di kisaran harga lama, tidak mengalami kenaikan ataupun penurunan harga. Pasokan ikan mencukupi dari luar Palembang. “Harga ikan gabus saat ini tidak naik dan turun. Begitujugaikan gabus giling, Alhamdulillah permintaan akan ikan masih dikatakan normal,” tuturnya.

Harga ikan gabus, lanjutnya, akan mengalami kenaikan jika pasokan ikan dari daerah berkurang. Kalau pasokan ikan normal seperti sekarang ini, harga tidak akan mengalami kenaikan. “Biasanya pada saat air sungai dan rawa surut, ikan ini sulit didapat oleh masyarakat. Otomatis harga ikan gabus akan naik,” bebernya.

Sementara itu, A Rozak, penjual ikan gabus giling di Pasar 26 Ilir mengatakan, ikan gabus giling yang dijualnya saat ini Rp 70 ribu/kg. Sedangkan harga gabus yang masih hidup, Rp 50 ribu/kg. “Ikan gabus akan naik ketika permintaan mengalami lonjakan saat perayaan hari besar, seperti Idul Fitri dan Idul Adha,” tandasnya.

Di Pasar Km 5. Senada disampaikan Endang, pedagang ikan gabus di Pasar Lemabang. Menurutnya, harga ikan masih relatif mahal Rp 60 ribu/kg. “Ukuran ikan juga tidak begitu besar. Kecil-kecil,” tukasnya sembari melayani pembeli. (cj12/via/ce4)
Sumber: Sumatera Ekspres, Selasa, 24 Februari 2015

Pertama Kali Serap Gabah




Pelepasan truk pembawa beras raskin untuk wilayah Palembangdari halaman gudang Bulog Km 9 oleh Sekda Sumsel, Mukti Sulaiman, Kepala Bulog Divre Sumsel, Basirun, dan Kepala Dinsos, Drs Apriyadi, kemarin
______________________________


PALEMBANG --- Untuk pertama kalinya dilakukkan, Perum Bulog Divre Sumsel akan menyerap gabah dari petani padi. Dari target pengadaan beras tahun ini sebesar 90 ribu ton, hanya 67.500 atau 75 persen yang berupa beras.

“Sebanyak 22.500 ton atau 25 persennya berupa gabah,” kata Kepala Perum Bulog Divre Sumsel, Basirun. Terobosan itu diungkapnya di sela peluncuran sosialisasi dan penyaluran program raskin 2015 di gudang Bulog Km 9, kemarin (23/2).

Ia mengakui pengadaan gabah belum pernah dilakukan sebelum ini. Supaya lancar Bulog Divre Sumsel menyiapkan 5 satuan tugas (satgas) dan 2 unit pengelolaan gabah beras (UPGB). Dua UPGB itu yang akan jemput bola ke petani. Pengadaan gabah pada tahun-tahun sebelumnya tidak dilakukan karena harga jual di tingkat petani tinggi. Berpatokan pada HPP pemerintah, tidak mungkin Bulog menyerapnya.

“Semoga tahun ini harganya mendekati HPP sehingga unit-unit kami bisa cepat melakukan pembelian,” beber Basirun. Target pengadaan 90 ribu ton ini meningkat 29 persen dibanding tahun lalu yang hanya 70 ribu ton. Kenaikan pengadaan ini mendukung target pengadaan nasional 2.75 juta ton beras.

Pengadaan beras sendiri molor karena kemarau panjang dan molornya masa taman. Harusnya, penyerapan dimulai Januari-Februari. Dengan kendala ini, masuknya beras baru diprediksi Juli-Agustus nanti.

Untuk raskin, penyalurannya per Maret sudah mencapai 19 ribu ton. Penerima se-Sumsel sama dengan alokasi tahun lalu, 419.579 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM). “Penyaluran dilakukan melalui 791 titik distribusi pada 225 kecamatan di 17 kabupaten/kota,” ungkapnya.

Setiap bulan, Bulog menyalurkan sekitar 6.300 ton raskin. Hingga kemarin, baru ada 4 daerah yang telah mendistribusikan raskin kepada para penerima program ini, yakni Palembang, Lahat, Pagaralam, dan OKU Timur. Kabupaten/kota lainnya menyusul. Paling cepat sebelum Maret berakhir.

“Karena itulah, kami launching saat ini agar tidak tertinggal jauh dengan provinsi lain,” jelas Basirun. Raskin yang disalurkan bukan beras baru, tapi stok yang masih ada di gudang Bulog.

Tapi, Bulog selalu melakukan pemeliharaan agar beras stok itu terbebas dari kutu dan jamur karena lembab. Stok saat ini mencapai 30.751 ton beras. Dengan kebutuhan per bulan rata-rata 6.554 ton, maka ketahanan mencapai 4,7 bulan (hampir 5 bulan).

Target Bulog, distribusi raskin selesai tepat waktu dan tanpa tersisa. Sistemnya tetap cash and carry. Kepala Dinsos Sumsel, Drs Apriyadi MSi mengatakan, 419.579 RTSPM penerima raskin sudah disurvei. “Mereka memang masyarakat yang berhak menerima bantuan,” katanya.

Diingatkannya, program raskin ini butuh dukungan pemkab/pemkot. Salah satunya penyediaan bantuan untuk transportasi agar harga raskin tetap Rp 1.600 hingga ke tangan masyarakat yang menerimanya.

Sekda Sumsel, H Mukti Sulaiman SH MHum menambahkan, raskin merupakan program prorakyat di bidang pangan. “Harganya murah hanya Rp 1.600 per kg di titik distribusi,” ujarnya. Pemprov terus mengawasi harga beras di pasaran agar tidak terjadi kenaikan signifikan. Jika memang diperlukan, akan dilakukan operasi pasar. (wia/ce4)
Sumber: Sumatera Ekspres, Selasa, 24 Februari 2015

Berdebu, Uji Coba Underpass Setop Dua Jam

Berdebu, Uji Coba Underpass Setop Dua Jam
Gangguan Nonteknis: Debu bertebangan mengganggu lalu lintas kendaraan yang melintas di terowongan underpass simpang Patal dalam uji coba, kemarin.

______________________________

PALEMBANG --- Uji coba underpass tak berjalan mulus. Selama dua jam, lalu lintas kendaraan disetop karena khawatir terjadi kecelakaan. Penyebabnya, debu sisa semen cor badan jalan membumbung tinggi menutupi pandangan para pengemudi.

“Setelah disiram air dengan bantuan mobil Damkar, uji coba kembali diteruskan,” ujar Kepala SNVT Jalan dan Jembatan Metropolitan BBPJN III, Aidil Fitri, kemarin. Uji coba dimulai dengan doa bersama sejumlah pejabat yang hadir. Mereka dari Ditlantas Polda, Polresta, BBPJN III, Dishubkominfo Sumsel, Dishub Palembang, serta perwakilan kontraktor.

Pukul 10.15 WIB, uji coba terowongan underpass dimulai. Semua kendaraan dengan tinggi makksimal lima meter bisa melintasi underpass itu. Kecepatan maksimal saat melalui terowongan yakni 25 km per jam.

“Kami akan evakuasi seefektif apa underpass ini mengurangi kemacetan,” katanya. Saat ini, ada empat fase lalu lintas. Jika masih timbul kemacetan dan antrean panjang kendaraan, akan dijadikan tiga fase seperti di bawah flayover simpang Polda.

Kepala Bidang Perencanaan BBPJN III, Juni Wahjudiono menambahkan, pengaturan underpass sudah tidak ada hambatan untuk traffic light-nya. Di terowongan underpass juga sudah dilengkapi lampu untuk penerangan pada malam hari.

“Badan jalan terowongan underpass memang hanya dicor beton, tidak diaspal,” imbunhnya. Sesuai kesepakatan uji coba dilakukan selama 10 jam, dimulai pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Setelah uji coba kendaraan, bakal ada uji laik fungsi jalan dan uji keselamatan jalan. Menurut Juni, ada empat pompa air yang dipasang secara bertahap dengan level berbeda.

“Jika ada genangan air, secara otomatis pompa bekerja,” tuturnya.

Selama tiga tahun, perawatan underpass ini masih jadi tanggung jawab kontraktor. Setelahnya akan dikelola oleh Dinas PU Bina Marga. Untuk launching direncakan awal Maret.

“Kami berharap Presiden langsung yang datang, palin tidak Menteri PU,” ujar Juni.

Sementara, Kepala Bidang Transportasi Jalan dan Rel Dishub Palembang, Agus Supriyanto mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi operasional traffic light underpass.

Kasi Amdal Ditlantas Polda Sumsel, Kompol Ridwan meyakini, setelah dioperasionalkan nanti, tidak ada lagi kemacetan di kawasan simpang Patal tersebut.

Tapi, penumpukan kendaraan bisa terjadi di titik lain. “Biasanya ada dua titik penumpukan kendaraan, salah satunya diprediksi di Angkatan 66,” tukasnya. (chy/ce4)

Sumber: Sumatera Ekspres, Selasa, 24 Februari 2015

Selasa, 07 Mei 2013

Bantu Dokter Gigi dan Lab Komputer

Bersalaman: Para Penghuni Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Merah Mata Palembang antre menyalami Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, di Jalan Taqwa, kemarin

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

PALEMBANG --Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, didampingi Kepala Lapas Klas 1, Ilham Djaya, mengunjungi 1.500 penghuni Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Palembang di Jalan Taqwa Merah Mata Palembang. Gubernur Sumsel berjanji akan memberikan bantuan dokter gigi dan laboratorium komputer.

Gubernur juga berjanji memberikan bantuan sarana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Seperti air bersih, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga dan sebagainya. "Ini bertujuan agar para warga binaan di lapas dapat belajar dan mempunyai suatu keterampilan yang sangat diperlukan di era globalisasi. Sehingga setelah warga binaan kembali ke masyarakat, mereka bisa mandiri," ujar Alex Noerdin saat kunjungan, kemarin.

Tak hanya itu, sambungnya, pihaknya juga berencana membangun gedung laboratorium komputer senilai Rp 300 juta. "Sehingga warga binaan dapat memiliki keahlian komputer yang akan dilengkapi dengan sertifikat," harap Gubernur.

Bantuan oleh pemerintah terhadap penghuni lapas, sebagaimana yang dilakukan Provinsi Sumsel tersebut adalah yang pertama di Indonesia. Untuk kelengkapan sarana pelayanan kesehatan, maka lapas juga akan dibantu dokter gigi yang akan melayani warga binaan dengan gratis. "Jadi, kalau ada warga binaan yang sakit gigi dapat berobat gratis, cetus Gubernur sambil tersenyum.

Setelah memberikan berbagai bantuan, Gubernur juga mengajak dan mengimbau kepada para napi di Lapas Klas 1 itu untuk senantiasa berbuat baik dan hal yang positif serta membekali diri dengan berbagai keterampilan. Dengan begitu, mereka akan mendapatkan remisi atau penguurangan hukuman nantinya.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM, diwakili Kepala Devisi Administrasi, Ahmad Riyadi, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur H Alex Noerdin atas kunjungannya ke lapas tersebut. "Mudah-mudahan dengan kedatangan gubernur yang membawa peningkatan kelengkapan dan fasilitas ini dapat menambah kegiatan dalam upaya kami melakukan pembinaan," tegasnya. (rip/via/ce5)

Sumatera Ekspres, 7 Mei 2013

Saksi Beratkan Terdakwa

KESAKSIAN: Orangtua dan rekan korban, Pratu Heru Oktavianus, saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, kemarin (6/5)

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

PALEMBANG --Sidang lanjutan dugaan penembakan yang dilakukan terdakwa, Brigadir Bintara Wijaya (BW), anggota Sat Lantas Polres OKU terhadap korban, Pratu Heru Oktavianus, anggota Yon Armed 76/15 Tarik Martapura mengagendakan keterangan saksi dari rekan korban dan orangtua korban.

Dalam kesaksiannya, orangtua korban, Hasan Basri dan Sunarni mengatakan,mereka hanya mendapatkan kabar dari kakak senior korban pada Minggu (27/1) melalui telepon yang mengatakan anak kami telah meninggal dunia karena tertembak oleh anggota polisi.

Almarhum Heru merupakan tulang punggung keluarga. Ia berharap lewat persidangan ini, majelis hakim bisa memberikan hukuman yang setimpal terhadap korban sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukannya. "Tindakan terdakwa hanya satu balasannya yakni hukuman mati," tegas keduanya saat memberikan keterangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

Selain itu juga didengarkan kesaksian dari rekan korban. Yakni Pratu M Siregar, Pratu Nanda Permana, Pratu Pati Prayitno, dan Pratu Luhut Manahan Marpaung. Sebelum kejadian, korban dan rekan-rekannya menghadiri pesta pernikahan di Baturaja. "Saya dan korban pulang duluan karena ingin mengisi bensin, dan memang melewati pos polisi. Di perjalanan, saya tidak mendengar korban mengeluarkan kata-kata ejekan ke anggota polisi, yang saya dengar hanya suara tembakan," ulas Pratu M Siregar yang langsung melaporkannya ke provos.

Sementara itu, majelis hakim yang diketuai A Rozi Wahab menunda sidang. "Sidang dilanjutkan besok (hari ini, red) dengan agenda saksi yang dihadirkan penasehat hukum terdakwa," ungkapnya.

Sebelumnya, JPU menjerat perbuatan terdakwa dengan pasal berlapis, di mana dalam dakwaan primer terdakwa dijerat dengan Pasal 340 KUHP, dakwaan subsider Pasal 338 KUHP dan dakwaan lebih subsider Pasal 351 Ayat (3) KUHP. (afi/via/ce3)

Sumatera Ekspres, Selasa, 7 Mei 2013

Selasa, 09 April 2013

Pemilukada Kota Palembang Jadi Barometer Pilgub?

Sepakat Jual Figur



Pemilukada Kota Palembang Jadi Barometer Pilgub?Siapa yang memenangkan Pemilukada Kota Palembang hasil penghitungan suara KPU nanti, boleh jadi akan mempengaruhi peta politik pemilihan Gubernur Sumatera Selatan 6 Juni 2013. Itu lantaran dengan mata pilih 1 juta lebih, Kota Pempek ini menjadi barometer. Di samping daerah basis dengan jumlah pemilih siknifikan lain.

--------------------------------------------------



Dua pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota Palembang periode 2013-2018 berdasarkan hitung cepat (quick count) sejumah lembaga survei mendapat raihan suara yang sangat ketat. Mereka pun saling klaim menang hingga keputusan final menang "sesunggh-nya" berada di tangan KPU.

Kedua kandidat yang dimaksud yakni pasangan nomor urut 2, Romi Herton-Harnojoyo dan pasangan nomor urut 3, Sarimuda-Nelly Rasdiana.

Nah, siapa pun pemenang nanti, banyak yang menganalisis kalau hasil pemilukada kota ini akan berpengaruh pada dukungan terhadap bakal calon gubernur (balongub) Sumsel yang menjadi parpol pengusung kedua pasangan calon wali kota tersebut.

Sekedar diketahui, sejumlah partai besar seperti PDI Perjuangan plus partai koalisi PAN, PKS, Partai Demokrat menjadi pengusung pasangan Romi Herton - Harnojoyo. Di belakang kandidat ini, ada Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT yang akan maju sebagi bakal calon gubernur. Juga ada balon wakil gubernur (balonwagub) dari barisan parpol pengusung itu, yakni Hafiz Tohir (PAN-PKS) dan H Ishak Mekki.

Sebaliknya, pasangan Sarimuda - Nelly Rasdiana yang diusung Partai Golkar tentu mendukung jagoannya balongub incumbent Ir H Alex Noerdin. Retentan latar belakang kandidat wako-wawako ini, menjadi penting lantaran Palembang memiliki mata pilih terbesar dengan jumlah daftar pilih tetap (DPT) mencapai 1.113.488. Hampir 20 persen dari total mata pilih dalam daftar pemilih sementara (DPS) 6.574.384.

Banyak yang memprediksikan siapa yang menjadi pemenang apakh itu Romi ataukah Sarimuda sedikit banyak akan mempengaruhi penunjukkan jabatan pemerintahan di Pemkot Palembang hingga ke lini camat yang berhubungan langsung dengan massa. Kebijakan itu, menyusul adanya dugaan terkait dengan kepentingan Pilgub nanti.DAri isu yang beredar misalnya, jika Romi terpilih maka bisa dikatakan para camat hingga lurah akan didominasi orang-orangnya untuk pemenangan pilgub Eddy Santana, ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel. Lantaran Romi, merupakan ketua DPC PDI Perjuangan kota.

Isu lain, Romi akan bersikap netral mengingat dalam dalam barisan parpol pengusung juga ada kandidat yang ikut bertarung pada pilgub nanti. Sebaliknya, kalau hasil penghitungan KPU nanti memenangkan Sarimuda, "katanya" dukungan akan diberikan kepada kandidat Partai Golkar dalam hal ini incumbent Alex Noerdin.

Lantas bagaimana tanggapan para balongub dan balonwagub yang akan maju? Balon Gubernur dari PDI Perjuangan, Eddy Santana Putra mengatakan, kemenangan Romi Herton-Harnojyo jelas akan berpengaruh pada Pemilihan Gubernur , 6 Juni nanti. "Palembang harus tetap merah, kemenangan Romi-Harno juga akan mempengaruhi Pilgub dan Pemilihan Legislatif 2014 nanti," kata Eddy Santana di kediamannya, kemarin.

Eddy yang berpasangan dengan Anisja Wiwiet Tatung, pada Pilgub nanti optimis akan meraih 70 persen suara di Palembang. "Angka kemenangan pemilukada Palembang 43 persen tidak bisa menjadi patokan, saya yakin khusus di Palembang akan memperoleh suara minimal 70 persen," tukasnya.

Senada diungkapkan Balonwagub yang diusung PAN-PKS koalisi, Hafisz Tohir. Katanya, hasil pemilukada Kota Palembang jelas berpengaruh pada peta Pilgub nanti. "Sarimuda merupakan tim inti dari balongub incumbent Alex Nordin. Di lain pihak Romi didukung salah satunya skuad PAN. Selain dari figur Romi sendiri, saya melihat dongkrakan suara pada Romi-Harno ini, juga ada kaitan dengan tokoh-tokoh nasional parpol pengusung. Ada Megawati, Hatta Rajasa, Taufik Kiemas."

Meski demikian, kata Hafisz, dia lebih yakin warga Kota Palembang akan membutuhkan figur fresh dalam memimpin Sumsel nanti. "Hasil survei kita, Insya Allah, 70 persen responden menginginkan figur baru untuk memimpin Sumsel nanti. Baru di sini, dalam artian orang yang benar-benar baru dalam dunia pemerintahan, namun punya kemampuan untuk itu," kata pria yang berpasangan dengan balongub Iskandar Hasan, mantan Kapolda Sumsel ini.

Alex Noerdin, balongub incumbent yang berpasangan dengan Ishak Mekki (Bupati OKI) melalui juru bicara Partai Golkar RA Anita Noeringhati mengatakan, hasil Pemilukada Palembang tidak akan berpengaruh signifikan pada pilgub nanti. Pasalnya, pada pemilukada Palembang dan Sumsel figurnya berbeda. "Pemilukada itu yang ditampilkan adalah figur. Di samping, elaktibilitas calon juga berbeda," kata Anita.

Ia menambahkan, Palembang tidak menjadi tolak ukur pasti pada Pemilukada Sumsel 6 Juni. Terlebih partai pengusung antara Pilgub dan Pemilukada Palembang berbeda, jelas akan berpengaruh juga. "Calon yang diusung Golkar (Sarimuda) mendapatkan kisaran suara 43 persen tidak mesti nanti pilgub juga akan sama. Kami telah melakukan survei, khusus untuk di Palembang optimis mampu meraih 70 persen suara," pungkasnya.

Balongub Herman Deru yang tidak ada kaitan sama sekali dengan parpol pengusung baik Romi maupun Sarimuda, berpendapat siapapun yang menang nanti menjadi kredibilitas buat lembaga survei. Paling tidak, lembaga survei bisa diakui akurasinya kalau hasil perhitungan cepat (quick count)-nya mendekati perhitungan KPU nanti.

"Yang jelas, kalau saya melihat hasil perhitungan sementara quick count memang dua kandidat saling klaim dan diprediksi raihan suaranya ketat. Antara pasangan Romi-Harno dengan Sarimuda-Nelly Rasdiana," ujar Deru lagi. Nah, perolehan suara kedua pasangan kandidat nomor urut 2 dan nomor urut 3 itu, lebih dominan karena figur keduanya. "Ini bukan berarti saya menafikan parpol pendukung. Apalagi, yang mendukung dua pasangan itu, multipartai. Jelas, dalam setiap pemilukada faktor figur-lah yang menjadi penentu."

Begitu pula pada pemilihan gubernur nanti. Deru yakin masyarakat Kota Palembang dalam melilih Gubernur Sumsel ke depan, tidak melihat dari partai mana pemimpin Kota Palembang yang lagi berkuasa. "Ya, kalau saya tidak muluk-muluk. Dalam kota dapat 30-40 persen suara sudah Alhamdulillah." (mik/cj4/nur/ce3)

Sumatera Ekspres, Selasa, 9 April 2013


Pertarungan Eddy-Alex

---------------------------------------------------


Pengamat politik dan hukum dari Universitas Sriwijaya, Prof Amzulian Rifai SH LLM PhD mengatakan hasil pemilihan wali kota dan wakil wali kota Palembang tentu akan berpengaruh terhadap pemilihan gubernur, 6 Juni nanti. "Setidaknya wako terpilih akan berjuang keras dengan fasilitas dan kapasitas yang dimiliki untuk memenangkan calon gubernur yang satu haluan dengan wali kota terpilih," kata Amzulian kepada Sumatera Ekspres, tadi malam.

Menurut Dekan Fakultas Hukum Unsri ini, sulit mengukur secara pasti seberapa besar pengaruh pada pilgub nanti. "Tapi yang jelas akan berpengaruh walau tidak signifikan hasilnya secara menyeluruh di Sumsel. "Ada faktor lain juga yang akan mempengaruhi gubernur terpilih nanti. Antara lain, seberapa besar pemilih golput, pemilih fanatik dan mesin partai yang bergerak hingga sampai ke akar rumput," pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Dr Febrian. Menurut pengamat politik dari Unsri ini, hasil Pemilukada Palembang sangat mempengaruhi pertarungan pemilukada gubernur nanti. "Sesungguhnya pertarungan Pemilukada Palembang ini, bukan hanya figur."

Lanjutnya, Pemilukada Palembang sesungguhnya merupakan pertarungan antara PDI Perjuangan dan Golkar. "Nanti jika PDI Perjuangan menang akan berpengaruh pada Eddy Santana. Sebaliknya, jika Golkar menang akan berpengaruh dengan Alex Nooerdin," katanya.

Jika lihat konfigurasi hasil Pemilukada, lanjutnya, tentu sangat menarik dan akan berpengaruh pada basis-basis dukungan partai. "Menang figur akan lebih menonjol. Tapi, sesungguhnya ini pertarungan parpol juga," pungkasnya. (mik/nur/ce3)

Sumatera Ekspres, Selasa, 9 April 2013

Rabu, 09 Januari 2013

Sigap, Cepat, Tangkas


Latihan: Personel Satuan Brimob Polda Sumsel, kemarin menggelar latihan rutin bersama di Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Ilir Barat (IB) I. Ini dalam rangka pengamanan sejumlah pemilukada di Sumsel yang berlangsung sepanjang 2013

PALEMBANG - Ribuan personel dari satuan Brimob Polda Sumatera Selatan yang bermarkas di Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Ilir Barat I (IB I), Palembang siap mengawal pemilihan umum kepada daerah (pemilukada) di sejumlah daerah di Sumsel. Saat ini, mereka rutin melakukan latihan pengamanan.

“Setidaknya, ada 1.100 personel lebih kami siapkan untuk melakukan pengamanan pilkada di sejumlah daerah di Sumsel,” ujar Kombes Pol Drs H Adeni Mohan DP MM, Dansat Brimob Polda Sumsel di sela-sela latihan rutin, kemarin (7/1).

Selain menyiapkan kemampuan para personel, menurut Adeni, latihan juga untuk menjaga kesatuan tim dan kelengkapan peralatan yang akan digunakan, seperti senjata api dan amunisi.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan alat transportasi, seperti barracuda dan lainnya. Khusus latihan kemarin, melibatkan ratusan personel. Terdiri dari lima tim yakni, SAR, penjinakan bom (jibom), one teror, silent operation, dan pasukan huru hara (PHH). "Kita juga sudah mengirim personel untuk pengamanan pilkada di Pagaralam dan Muara Enim."

Nah, latihan sendiri mencakup spider stlye atau yang biasa dikenal operasi secara diam-diam dengan tidak menimbulkan kegaduhan. Kemudian, latihan inter resmob dan blackhing (pendobrakan pintu secara paksa untuk menangkap target sasaran yang ada di dalam ruangan). “Kami juga melakukan monitoring pengawasan,” ulasnya.

Adeni mengaku, dari latihan one teror juga dibekali pelatihan pengamaan VIP dan latihan pertempuran jarak dekat (PJD). Latihan bersifat rutin biar anggota satuan Brimob Polda Sumsel selalu prima dan memiliki kemampuan yang andal. “Karena itu, kami terus berlatih dan berlatih. Terpenting, baik latihan ataupun pelaksanaan tugas, yang kita utamakan kesiagaan, kecepatan, dan ketangkasan,” pungkasnya. (nni/ce2)

Sumatera Ekspres, Selasa, 8 Januari 2013

Senin, 24 Desember 2012

Seribu Bunga Tanda Kasih Romi pada Ibu

Seribu Bunga Tanda Kasih Romi pada Ibu
Hj Masyito Romi Terima Bunga dari Mahasiswa

Tak ada kehidupan dan tiada kesuksesan tanpa restu ibu.Itulahprensip hidup yang dipegang H Romi Herton. Pribadinya sadar betul bahwa sebagai seorang anak kita harus menghormati dan menghargai ibu, di mana pun dan kapan pun. Karena keperdulian terhadap kaum ibu itulah, Sabtu (21/12) pagi, Wakil Wali Kota Palembang ini bersama istri tercintanya Hj Masyito Romi, ikut bersama membaur komunitas Sober's (Sobat Romi) membagikan seribu bunga kepada para pengendara dan pejalan kaki di kawasan Bundaran Air Mancur dan perempatan Simpang Polda,Palembang.

embagian seribu bunga ini sekaligus menandakan peringatan Hari Ibu. Tanpa sungkan dan tak menghiraukan hempasan debu dan desingan mesin kendaraan, Romi dan istri tampak ikut bersemangat menyerahkan tangkai kepada warga. Kepada sejumlah warga yang menerima bunga tersebut, dia berpesan agar meningkatkan rasa cinta dan hormat kepada ibu. "Jadikan momen Hari Ibu ini untuk makin menghargai ibu kita," katanya seraya mengingatkan makna tersirat dari pepatah kuno "Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu". Bagi kaum pria, lanjut Romi, menghorati istri juga bagian dari bentuk cinta kepada ibu.

Sementara ditemui di sela-sela penyerahan bunga, Hj Masyito Romi, mengatakan, kegiatan adalah salah satu bentuk penghormatan sedalam-dalamnya kepada ibu yang melahirkan dan membesarkan kita. "Maka itu tema seribu bunga untuk ibu ini pertanda penghormatan kita. Dan rasa cinta kita kepada ibu ini tidak terbatas pada momen Hari Ibu saja, tapi setiap hari," katanya.

Sementara itu, M Putro, koordinator Sober's, mengatakan bahwa Hari Ibu ini merupakan hari yang special untuk kaum hawa. Ia jua menilai bahwa Hj Masyito Romi adalah sosok wanita yang sangat menghormati ibu dan suaminya, yang memilik naluri kepedulian kepada masyarakat. "Kami juga secara langsung memberiikan bunga kepada Hj Masyito Romi," kata Putro.

Hal senada diungkap Okka, salah satu komunitas MU Kota Palembang, yang turut serta dalam acara pembagian seribu bunga. "Ibu kita adalah orang yang paling hebat yang selalu berjuang untuk anaknya. Sementara Ibu Masyito sebagai istri pejabat, dia sangat tetap santun dan sederhana. Sikapnya ini juga berkat kepribadian suaminya Romi Herton," kata Okka.

Sementara pembagian seribu bunga, siang harinya Hj Masyito melanjutkan kunjungan ke Panti Sosial Tresna Werda Teratai di Jl Sosial Jaya, Km 6, Palembang. Di panti ini wanita berjilbab ini menemui para penghuni panti, terutama kaum ibu yang sudah berusia lanjut. Tanpa sungkan Hj Masyito bercengkrama dengan para penghuni panti. Kehadiran Hj Masyito tersebut pun disambut hangat penghuni panti. Pada kesempatan ini dia juga memberikan tanda kasih berupa sembako, pakaian, dan selimut. (adv)

Sumatera Ekspres, Senin, 24 Desember 2012

Pusri Berikan Santunan untuk 500 Anak Yatim

Pusri Berikan Santunan untuk 500 Anak Yatim
Jelang HUT Ke-53 Tahun

PT Pupuk Sriwijaya (PUSRI) Palembang menggelar dzikir, doa bersama, serta pemberian santunan kepada 500 anak yatim piatu yang dikelola oleh Yayasan Amil Zakat Pusri (Yazri). Kegiatan ini merupakan rangkaian menyambut Ulang Tahun PT Pusri ke-53 dan jatuh besok (hari ini, red), kemarin (23/12) dipusatkan di Masjid Al-Aqobah 1, Kompleks PT Pusri Palembang.

"Ada 500 anak yatim piatu yang yang tinggal di lingkungan karyawan PT Pusri yang kami undang. Dimana dananya sendiri merupakan zakat dari para karyawan yang dikelola Yazri," ujar Direktur PT Pusri, Ir Djohan Safri, melalui Ketua Yazri sekaligus Manager Ketenagakerjaan PT Pusri Palembang Ansori Toyib SE MM, disela-sela acara.

Diakuinya, kegiatan dzikir dan doa bersama bersama anak yatim piatu ini baru pertama kali digelar karena selama ini kegiatan yang dilakukan hanya sebatas pemberian santunan.

"Mengingat ke depan, banyak program besar yang akan dilakukan PT Pusri, maka kami sangat mengharapkan bantuan doa dari anak-anak yatim piatu tersebut agar semua rencana dapat berjalan dengan lancar. Sehingga nantinya, semua yang akan dilakukan para karyawan bisa sukses, dan zakat yang akan dikeluarkan akan lebih banyak lagi. Kami optimis ke depan jumlah santunan zakat ini akan bertambah dan kegiatan semacam ini akan menjadi agenda rutin tahunan," terangnya.

Sementara Ketua Peribadatan Masjid Al-Aqobah 1 PT Pusri, A Rohim, didampingi koordinator pelaksana Ahmad Rifai, mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan semacam ini sehingga anak yatim piatu dapat terbantu untuk memenuhi keperluannya. "Mudah-mudahan apa yang teah dilakukan PT Pusri untuk membantu para anak yatim piatu ini mendapat berlipat pahala," harapnya.

Dalam kesempatan ini juga diisi dengan pembacaan puisi dan taushiyah yang diberikan ustadz cilik Taufiqurahman. (adv)

Sumatera Ekspres, Senin, 24 Desember 2012

Beri Izin Nikah Siri, Disanksi Tegas

Beri Izin Nikah Siri, Disanksi Tegas
PALEMBANG -- Sanksi tegas bakal diberikan kepada Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Penghulu, dan P3N yang sengaja memberikan izin dan menikahkan siri pasangan pengantin. Sanksi tegas tersebut berupa hukuman lima tahun penjara.

"Selain hukuman pidana lima tahun penjara, juga disanksi uang denda, dan pemecatan status kepegawaiannya," tegas Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palembang, H M Al Fajri Zubaidi MM MPd, di Aula MAN 3 Palembang beberapa waktu lalu.

Menurutnya, nikah siri adalah pernikahan yang tidak tercatat di pemerintah. Jika pasangan pengantin tersebut tidak memiliki uang untuk membuat buku nikah (NA), pihaknya siap membantu untuk membuatkan secara gratis.

"Sudah ada programnya dari Kementerian Agama. Tentunya tidak ada permasalahan, tapi semua ada aturan dan syarat. Semua harus dipatuhi," ungkapnya.

Ia mengatakan, selama 2012, ada satu petugas P3N di Kecamatan Seberang Ulu I diberhentikan karena dengan sengaja menghadiri nikah siri. Saat ini, jumlah penghulu di Kota Palembang sebanyak 9 orang dan 16 kepala KUA, serta 143 orang P3N.

"Jumlah ini masih belum maksimal dalam membantu proses pencatatan bagi pasangan calon pengantin yang anak menikah," terangnya.

Ditambahkan Al Fajri, kaaupun calon pengantin tersebut berstatus janda atau duda, harus melampirkan surat keterangan dari Pengadilan Agama. Begitupun bagi calon pengantin yang berstatus janda atau duda ditinggal mati, harus melampirkan surat keterangan dari kecamatan dan kelurahan.

Nikah sesuai dengan syaratnya sudah termuat dan diatur dalam UU NO 1 Tahun 1974 yang menjelaskan apabila kedua pasangan akan melangsungkan pernikahan, maka harus sama-sama mengetahui status dari masing-masing pasangan.

"Diharapkan bagi masyarakat yang ingin menikah, harus tercatat di KUA masing-masing. Kalaupun tidak ada, segera lapor. Kemudian akan direkomendasi ke KUA terdekat dengan wilayahnya," tukasnya. (nni/via/ce4)
Sumatera Ekspres, Senin, 24 Desember 2012

2014, Kebun Inti Produksi Lagi

2014, Kebun Inti Produksi Lagi
PALEMBANG -- Perusahaan perkebunan milik PT Perkebunan Minanga Ogan (PT PMO) masih dalam tahap peremajaan lahan perkebunan kelapa sawit, pihaknya menargetkan produksi kebun inti kembali pada 2014 mendatang.

"Kami sudah jalankan peremajaan lahan mulai 2011 secara perlahan untuk kebun inti. Nanti pada tahun 2014 untuk kelapa sawit tersebut, diharapkan bisa diproduksi sehingga bisa menambah pencapaian maksimal kelapa sawit," ujar General Manager Operasional PT PMO Wilayah Sumsel Lampung, Yusdi Simbolon, saat ditemui wartawan koran ini usai acara silaturahmi di Gedung Graha Pena Palembang, Sabtu (22/12).

Menurutnya, pihaknya memang tidak memproduksi kelapa sawit dari kebun inti yang seluas 6.000 hektare. Namun, kebun plasma yang juga memiliki luas yang sama mempu menghasilkan sekitar 300-350 ton perhari. "Karena pabrik memiliki kapasitas produksi kelapa sawit sebanyak 60 ton perjam sehingga kami menmpung kelapa sawit dari petani di luar kebun dan perusahaan yang belum memiliki pabrik," terang dia.

Kebun inti seluas 6.000 hektare yang belum bisa memproduksi mengakibatkan penurunan omzet. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih berkualitas, pihaknya melakukan peremajaan tersebut secara per 2.000 lahan. "Kita sudah selama 30 tahun berdiri . Sehingga untuk peremajaan lahan, sangat diperlukan," ungkap dia.

Kepala KUD PT PMO, Zakki Hakim menambahkan, saat ini ada sekitar 18 KUD yang terserap di perusahaan perkebunan yang mengumpulkan TBS kelapa sawit. "Kami hanya terima hasil produksi. Untuk harga, ditentukan Dirjenbun yang disesuaikan perdagangan internasional sehingga tidak ada tawar-menawar," unkapnya.

Manager HRD PT PMO, Abdul Satar, menuturkan pihaknya memiliki pekerja lebih dari 3.000 orang, dimana untuk karyawan tetap, sekitar 1.700 orang dan sisinya merupakan pekerja borongan.

Satar mengaku, perusahaan setiap tahunnya sudah melakukan berbagai kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) sesuai dengan program yang ada dengan alokasi dana sebesar Rp 1 miliar. "Kami berharap perusahaan ini menjadi industri kelapa sawit nomor satu di Indonesia," harapnya.

Turut hadir dalam acara silaturahmi tersebut, Manager HRD Sumatera Ekspres Hamka Abdullah, Manager Advertising Area Palembang St Reno Irawan, Pimpinan Redaksi Agus Srimudin. (cj15/via/ce4)

Sumatera Ekspres, Senin, 24 Desember 2012

Senin, 10 September 2012

Warga Serbu Rumah Dokter

PALEMBANG -- Ada-ada saja kejadian sesama tetangga. Ratusan warga mendatangi kediaman dr Frd, di Jl Gotong Royang, Lr Mentas, RT 32, RW 9, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Minggu (9/9), sekitar pukul 16.30 WIB. Para tetangga ini mendesak mendesak sang dokter pindah rumah. Menurut warga, sang dokter sering memancing keributan dan permusuhan dengan warga dengan sikap arogan.

Puncaknya kemarin, sang dokter kembali ribut dengan seorang warga bernama Drs A Rifai, terkait ucapan sang dokter yang tidak sopan. Warga yang merasa tidak tahan lagi, akhirnya "menyerbu" kediaman dr Frd.

Sebelum mendatangi rumah dr Frd, mereka berkoordinasi dulu dengan Polsekta IB I dan tokoh masyarakat sekitar. Hasilnya, mereka mendesak dr Frd keluar dari rumahnya. Untuk mencegah perbuatan anarkis, polisi menjaga dr Frd keluar dari rumah dan diamankan ke kantor Polsekta IB I sekitar pukul 17.30 WIB. Dokter Frd ditemani pembantunya mengendarai mobil Suzuki Escudo BG 1315 QU menuju Polsekta IB I. Ratusan warga pun ikut mengantarkan dr Frd ke Polsekta IB I.

Di Polsekta IB I, aparat kepolisian yang diwakili Kanit Reskrim Iptu AK Sembiring menggelar musyarawarah dengan tokoh masyarak at dan warga yang mengaku "dilecehkan" korban dr Frd. Semantara, dr Frd yang diamankan di ruang IV tim reksa. Namun sayang, wartawan belum diperkenankan memotret dan mewawancarai dr Frd.

Setelah satu jam berembuk membahas sikap dr Frd, akhirnya Rifai melaoprkan Frd ke Sentra Pelayanan Terpadu (SPT) Polsekta atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan, pasal 335 KUHP.

Ketua RT 32, Rosani Amin membenarkan reaksi warga atas sikap dr Frd. "Warga mendatangi rumah dr Frd secara spontan karena mendengar keributan dengan Rifai. Harapan warga, agar dr Frd sadar dan meminta maaf karena perbuatannnya tidak sesuai dengan sikap seorang pendidik. Jangan terulang lagi dan warga menyarankan agar dia untuk pindah rumah saja. Untuk itulah kami kami membahasnya dengan tokoh masyarakat bersama polisi, bagaimana yang terbaik," ujar Rosani.

Awah (43), salah seorang warga mengatakan, dirinya pernah tersinggung atas ucapan dr Frd yang mengatakan kalau dirinya tidak level dengan warga. Hal itu diucapkan setelah dirinya sempat ditegur warga karena mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan membahayakan. "Namun, bukannya minta maaf, dia malah menghina," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan warga lain, Yuli. Dia mengaku pernah dipukul tangannya oleh dr Frd. Pada umumnya, warga mengaku bahwa sang dokter mengemudi dengan kecepatan tinggi dan nyaris menabrak warga sekitar. Namun, kalau dinasehati, ia malah menuduh warga yang bukan-bukan.

Kapolsek IB I Kompol Sonny Trianto, melalui Kanit Reskrim Iptu AK Sembiring mengungkap, pihaknya berjanji akan memproses kasus ini. Namun yang terpenting, ia berharap kepada warga sekitar kediaman sang dokter jangan bertindak anarkis dan main hakim sendiri. "Akan kami proses, namun jangan anarkis. Kasus ini hanya kesalahpahaman saja. Warga sudah kami beri pemahaman. Sekitar pukul 19.00 WIB, semua warga sudah pulang termasuk sang dokter. Tidak ada yang diamankan," kata Sembiring. (roz/cj12/ce1)

Sumatera Ekspres, Senin, 10 September 2012

Kamis, 30 Agustus 2012

Uji Coba Awal September

4 Jalur Ditata Ulang



PALEMBANG -- Pemerintah kota ini kembali mengotak-atik jalur lalu lintas di Metropolis guna mmengurai kemacetan yang kerap terjadi. Dalam waktu dekat, segera ditata ulang empat jalur.

"Awal September kita uji coba penataan empat jalur," kata Kepala Bidang LLAJ dan Rel KA Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Supriyanto saat rapat forum lalu lintas Palembang dengan Pemkot serta instansi terkait di ruang rapat II Kantor Wali Kota Palembang, kemarin.

Dimana saja jalur yang ditata? Di antaranya, perubahan menjadi sistem satu arah (SSA) pada kawasan Sekip Ujung, pemasangan median jalan pada Jl Demang Lebar Daun tepatnya di depan Jl Lunjuk Jaya, Simpang Abi Hasan serta simpang Sapta Marga. Selanjutnya penambahan median jalan di samping Padang Selasa sekitar 10 meter serta usulan pembuatan celukan (perputaran) di Jl R Soekamto depan PTC Mall.

Menurut Agus, rencana penataan tersebut merupakan permintaan dari masyarakat dan instansi. "Kita pada dasarnya merespon setiap usulan dari masyarakat sebab masyarakat yang lebih banyak mengetahui perkembangan di lapangan," jelasnya kepada wartawan.

Dikatakan, dalam jangka waktu ujicoba antara satu hingga dua minggu. "Pada intinya, kita melakukan ujicoba untuk mencari solusi terbaik guna mengatasi kemacetan. Apabila ujicoba itu responnya baik, bisa jadi akan kita terapkan secara permanen," ungkapnya.

Kemudian, tambah Agus, pihaknya telah membuat marka khusus untuk antrean sepeda motor pada dua titik. Yakni, simpang Kampus dan simpang RS RK Charitas Palembang. "Mulai kita terapkan dua minggu lalu. Kita mencontoh Bandung dari studi banding. Kita harap pengguna motor dapat terbiasa dan menyesesuaikan dengan ujicoba itu," jelasnyaa.

Tujuannya, terang Agus, untuk membuat tertib kemdaraan bermotor dan bagian dari penataan lalu lintas kota. "Apabila ujicoba marka direspon positif maka ke depan kita akan buatkan marka serupa pada semua simpang-simpang utama yang ada di Palembang," jelasnya.

Mengenai rencana pemasangan median jalan di Jl Demang Lebar Daun tepatnya di depan Jl Lunjuk Jaya, Kepala Bidang Pengawasan Pengendalian dan Operasional Dishub Palembang Pathi Riduan menjelaskan hal tersebut seharusnya dilakukan dari Jl Angkatan 45 hingga Jl Parameswara. "Tetapi dikarenakan keterbatasan dana ppada waktu itu, maka median hanya dibuat sampai depan RM Sri Melayu," ujarnya.

Harun perwakilan SNVT Metropolitan menambahkan, beberapa rencana yang disampaikan Dishub Palembang hendaknya juga diperhatikan pendistrian bagi pejalan kaki. Hal senada pun disampaikan Arimbi dari GIZ. "Kedepan, perlu juga diperhatikan jalur untuk pengguna sepeda agar pengendara sepeda aman ketika berkendaraan sepeda di jalan utama atau protokol."

Sementara itu, Asisten II Setda Kota Palembang Ir Taufik Sya'roni menegaskan, Pemkot mendukung rencana yang disampaikan forum lalu lintas. "Pada intinya kita sepakat untuk ujicoba dahulu. Sebab hal itu untuk mencari solusi yang terbaik mengatasi kemacetan yang terjadi," ungkapnya ketika memimpin rapat.

Terkait dengan pembuatan marka khusus antrean sepeda motor, kata Taufik, harus disosialisasikan kepada masyarakat. Sbab, masih banyak pengguna sepeda motor yang belum mengetahui fungsi dari marka tersebut. (cj7/ce3)

Penataan Lalu Lintas Kota Palembang



-- Penambahan median jalan di simpang Padang Selasa 10 meter

-- Perubahan menjadi sistem satu arah (SSA) Kawasan Sekip Ujung

-- Rencana perbaikan selokan dan pembuatan celukan (perputaran) di Jl R Soekamto depan PTC Mall

-- Pembuatan marka khusus untuk antrean sepeda motor pada simpang Kampus dan simpang RS RK Charitas Palembang

-- Pemasangan median jalan di Jl Demang Lebar Daun tepatnya depan Jl Lunjuk Jaya, simpang Abi Hasan, simpang Sapta Marga

Sumatera Ekspres, Kamis, 30 Agustus 2012

Senin, 27 Agustus 2012

Tahun Depan Undang Kota Besar

Tahun Depan Undang Kota Besar
Lomba Bidar: Sejumlah peserta lomba bidar sekuat tenaga mengayuh perahunya, bersaing ketat untuk menjadi nomor satu pada kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke-67 yang digelar Pemkot Palembang di Sungai Musi, kemarin

PALEMBANG - Lomba bidar dan perahu motor hias di Sungai Musi, menyemarakkan hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-67, kemarin, berlangsung meriah. Bahkan, tiga kabupaten seperti OKUT, Muba, dan OKI ambil bagian.

Pantauan Sumatera Ekspres, pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) dipadati warga yang antusias menyaksikan jalannya perlombaan tahunan tersebut. Peserta berjumlah 18, wakil dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Kota Palembang, BUMD, swasta, dan kecamatan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang Thabrani mengatakan, kegiatan dalam rangka 17 Agustus itu baru sekarang diadakan karena bertepatan dengan bulan Ramadhan. “Makanya tidak bisa dilaksanakan tepat waktu.”

Thabrani, sekaligus ketua panitia perlombaan perahu motor hias dan lomba bidar menuturkan, lomba perahu hias dan bidar adalah budaya tradisional Kota Palembang yang mesti diberdayakan menjadi kebudayaan asli masyarakat Palembang. “Sehingga budaya asli Kota Palembang bisa dipertahankan dan terus lebih baik ke depannya.”

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton mengatakan perahu motor hias dan bidar merupakan budaya Pelembang. "Tahun berikutnya, kita berharap perlombaan perahu hias bukan hanya dari kabupaten/kota yang ada di Palembang saja yang ikut berpartisipasi. Ke depan kota besar seperti Bali, Jambi dan Medan kita undang juga. Hadiah kita anggarkan melalui APBD," ungkapnya.

Sebagai juara lomba perahu motor hias, untuk kategori kecamatan yakni kecamatan Kalidoni dan Ilir Timur II dengan total nilai 1923. Juara kedua RT 5 dari Kelurahan 35 Ilir (1910), juara ketiga RT 32 dari Kelurahan 35 Ilir.

Kemudian, juara harapan diraih Kecamatan Bukit Kecil (1376). Pemenang untuk kategori, SKPD, BUMD dan perusahaan swasta, diraih oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Palembang (2.045), juara kedua OKUT (2.037), juara ketiga PT Pusri (1.940) dan juara harapan diraih kabupaten Muba (1.395).

Sedangkan lomba bidar, pemenang pertama diraih PT Pelindo dengan waktu tempuh 5 menit, juara kedua PT Pusri dengan waktu tempuh 6 menit, juara ketiga Indofood dengan waktu tempuh 7 menit, dan juara harapan PT KKP dengan waktu tempuh 7 menit 12 detik. (cj7/ce2)

Sumatera Ekspres, Senin, 27 Agustus 2012

Minggu, 26 Agustus 2012

Walikota Palembang Minta Maaf


Eddy Santana menyanyikan lagu Bunga Mawar

PALEMBANG - Sebuah lagu berjudul Bunga Mawar dipersembahkan Walikota Palembang H Eddy Santana Putra untuk menghibur karyawan SP2J dalam acara halal bihalal yang berlangsung di Terminal Alang-Alang Lebar Palembang, Minggu (26/8/2012).

Eddy dengan suara emasnya beraksi di atas panggung ditemani sejumlah karyawan SP2J yang berjoget ria.

Lagu yang dilantunkan Eddy sekaligus menutup acara halal bihalal sebagai salah satu tradisi pasca Idul Fitri.

Seluruh undangan yang hadir langsung bersalam-salaman, selanjutnya makan siang bersama.

Eddy mengatakan, halal bihalal merupakan tradisi yang baik dan harus tetap dilestarikan. Sebab melalui acara seperti ini bisa diperoleh hubungan emosional dan komunikasi yang baik.

"Saya atas nama pribadi dan walikota Palembang mohon maaf. Mudah-mudahan ke depan kita semakin baik lagi," ujarnya.

Penulis : Eko Adiasaputro
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post - Minggu, 26 Agustus 2012

Walikota: Apa pun yang Dipegang Bisa Jadi Uang


Eddy Santana Putra

PALEMBANG - Walikota Palembang H Eddy Santana Putra ingin Palembang lebih maju ke depan. Salah satunya dengan mencerdaskan sumber daya manusia melalui pendidikan dan wirausaha.

"Kita tidak punya sumber daya alam. Makanya harus mengembangkan aspek SDM. Dengan SDM yang andal, apa pun yang dipegang bisa jadi uang," ujar Eddy saat menghadiri halal bihalal dengan karyawan SP2J di Terminal Alang-Alang Lebar, Minggu (26/8).

Senin, 09 Juli 2012

RS Ernaldi Bahar Jadi Rujukan se-Sumatera

RS Ernaldi Bahar Jadi Rujukan se-Sumatera
Gubernur Sumsel Alex Noerdin menandatangani prasasti peresmian RS Erba yang baru di Jl Tembus Terminal AAL KM 12, Senin (9/7/2012)

PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengajak masyarakat patut berbangga dengan diresmikannya Rumah Sakit Ernaldi Bahar (RS ERBA) yang baru di Jl Tembus Terminal AAL KM 12. RS tersebut merupakan terbesar di Indonesia dan menjadi rujukan rumah sakit region se-Sumatera.

"Entah masih ada nggak suara saya," ceplos Alex membuka kata sambutannya pada peresmian RS Erba yang baru di Jl Tembus Terminal AAL KM 12, Senin (9/7/2012).

Alex yang mengaku sibuk mengawasi kotak suara pada Pilgub DKI Jakarta memang suaranya terdengar serak, parau kehabisan suara berkampanye.

"RS Erba ini merupakan RS Jiwa terbesar di Indonesia dan menjadi rujukan rumah sakit yang ada di Sumatera dan daerah-daerah lain. Insya Allah tidak dari Jakarta. Luar biasa rumah sakit ini. Kita berada di tengah-tengah areal seluas 10,3 ha yang baru terpakai 27 ribu meter persegi. Saya dengar tadi ada 370 tempat tidur dan akan ditambah lagi. Berarti banyak yang stres. Kita di sini rumah sakit terbaik, tapi tetap ada pelayanan gratis. Tinggal SDM yang ditingkatkan supaya pelayanannya baik," ujar Alex.

Alex mengimbau kepada mulai dari jajaran direksi dan karyawan RS Erba untuk tidak lagi melakukan demo. "Tidak boleh lagi demo. Kalau yang demo saya akan pindahkan ke Puskesmas semua. Kita akan berikan award yang berprestasi berangkatkan ke Singapura. Kita seleksi dengan ketat yang memberikan kinerja baik. Yang tidak mampu berikan layanan baik atau mau demo, kita pindahkan ke Puskesmas," seru Alex.

Usai menggunting pita dan menandatangani prasasti peresmian RS Erba yang baru maket penghijauan RS Erba, Alex meninjau seluruh ruangan.

Sementara Direktur Rumah Sakit Ernaldi Bahar (RS ERBA) dr Hj Yumidiansi F MKes menerangkan saat ini rumah sakit yang dipimpinnya mengembangkan pelayan yang bukan hanya melayani sakit jiwa.

"Termasuk juga psikologi, minat dan bakat sekolah. Untuk fit dan proper test merekrut pegawai. Anak dan remaja untuk autis dan hiperaktif. Target kita menjadi rumah sakit rujukan yang terbesar di Indonesia dengan luas bangunan 27 ribu m2 dan luas tanah 10,3 ha," ungkap alumni FK Unpad pada peresmian RS Erba, Senin (9/7/2012).

Wanita asal Mendayun (Ogan Komering Ulu) ini terhitung 4 Mei 2012 baru menjabat Direktur RS Erba menerangkan dengan perluasan gedung baru ini saat ini sudah ada gedung administrasi, gedung poli rawat jalan, rawat inap, Diklat.

"Untuk Diklat ini kita kerjsama dengan sekolah kesehatan se-Sumsel, FK Unsri, FK UMP, dan kita baru terima kerjasama dengan FK salah satu Universitas swasta di Jakarta yang minta belajar di sini," kata wanita yang biasa disapa dokter Essy.

Menurut Dr Essy, RS Erba yang dibangun selama tiga tahun dan merupakan RS tipe A ini kini retribusinya mencapai 136 persen dari target Rp 3,5 M.

"Kita ada tiga dokter spesialis kejiwaan. Ada dr Farah, dr Shahb, dan dr Latifah. Sedangkan lima spesialis ada mata, kulit dan kelamin, syaraf, penyakit dalam, dan kebidanan. Karena kita juga melayani rawat jalan," kata dr Essy.

Kadinkes Sumsel dr H Zulkarnain Noerdin mengimbau agar masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas RS Erba yang tergolong kelas tipe A ini.

"Di sini selain kelas VIP, kelas I, II dan III juga ada pelayanan Jamkesos dan Jamkesmas. Kalau untuk limbah sama dengan RS lainnya sudah standar. Dari banyaknya tempat tidur pasien ini idealnya ditambah dokter. Paling tidak enam dokter lagi. Tapi perpindahan PNS dokter itu perlu waktu," tandasnya.

Sesuai dengan tugas dan fungsinya menyelenggarakan dan melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa dan kesehatan umum yang mempunyai fasilitas pelayanan antara lain:

1. Unit Gawat Darurat.

2. Pelayanan Jiwa (Psikiatri)
• Poloklinik Jiwa (Klinik Dewasa dan Lanjut Usia, Klinik Anak dan Remaja, Klinik NAPZA, Klinik Metadhone)

• Poli Psikologi.

3. Pelayanan Umum

• Poliklinik Gigi

• Poliklinik Spesialis

• Penyakit DalamPoliklinik Spesialis Mata

• Poliklinik Spesialis Syaraf

• Poliklinik Spesialis Kulit dan Kelamin

• Poliklinik Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan

4. Pelayanan Rawat Inap Jiwa

5. Fasilitas Penunjang (Apotik, Laboraturium, Elektromedik, Radiologi, Instalasi Laundry, Instalasi Gizi dan Diklat).

Penulis : Abdul Hafiz
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post - Senin, 9 Juli 2012



RS Ernaldi Bahar yang Terbesar di Indonesia



RS Ernaldi Bahar yang Terbesar di Indonesia
TINJAU RUANGAN - Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didampingi Direktur RS Ernaldi bahar Yunidiansi M Kes beserta sejumlah dokter meninjau ruang perawatan usai meresmikan RS Ernaldi Bahar yang terbesar di Indonesia dan Memiliki 300 lebih kamar perawatan di Jalan Tembus Term
RS Ernaldi Bahar yang Terbesar di Indonesia
TUNGGU GILIRAN - Sejumlah pasien yang berobat jalan menunggu giliran dipanggil untuk di periksa di ruang perawatan RS Ernaldi Bahar yang baru diresmikan hari ini Senin (9/7/2012) Oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin di dampingi Istri


PALEMBANG-Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didampingi Direktur RS Ernaldi bahar Yunidiansi M Kes beserta sejumlah dokter meninjau ruang perawatan usai meresmikan RS Ernaldi Bahar.

RS Ernaldi Bahar yang terbesar di Indonesia dan Memiliki 300 lebih kamar perawatan di Jalan Tembus Terminal KM 12 Kecamatan Talang Kelapa Palembang, Senin ( 9/7/2012).

Penulis : Zaini
Editor : Hendra Kusuma
Sriwijaya Post - Senin, 9 Juli 2012

Selasa, 03 Juli 2012

Jalintim Macet, Ratusan PNS Absen

Jalintim Macet, Ratusan PNS Absen
Macet : Antrean kendaraan yang terjebak macet di Jalitim Palembang-Indralaya, kemarin

INDERALAYA -- Jalan lintas timur (Jalintim) Palembang-Inderalaya sepertinya sulit terbebas dari kemacetan. Tiap hari, para pengguna jalan selalu mengeluh. Sedikit saja ada mobil mogok atau kecelakaan, juga padatnya kendaraan kala weekend, dipastikan antrean mobil panjang.

Kemarin, misalnya. Kemacetan lebih parah dari sehari sebelumnya. Hanya, lokasi macetnya bertambah, di Jalintim Palembang-Inderalaya dan Jalinsum Palembang-Prabumulih wilayah Ogan Ilir. Antrean dari pukul 03.00-12.00 WIB.

Dampaknya sangat luar biasa. Pegawai negeri sipil (PNS) maupun karyawan yang bekerja di daerah Ogan Ilir, namun berlibur ke Palembang di akhir pekan, banyak yang tak bisa ngantor. Bahkan, di Pemkot Prabumulih ada ratusan PNS absen.

Hengki, seorang PNS di lingkungan Pemkot Prabumulih mengatakan, kemacetan membuat jalan lumpuh total di jalan Palembang-Ogan Ilir. “Saat saya mau melintas di daerah tersebut, sudah macet total. Untung memakai motor sehingga bisa lewat,” terangnya. Lebih jauh ia menambahkan, untuk PNS yang menggunakan kendaraan bus atau mobil pribadi dipastikan tidak akan bekerja. “Macet itu benar-benar parah. kendaraan bus atau mobil pribadi banyak terjebak dan tidak bisa bergerak,” terangnya.

Senada diungkapkan Nita, PNS di Kota Prabumulih. Ia mengaku PNS di sejumlah SKPD di lingkungan Pemkot Prabumulih kebanyakan tidak ngantor karena terjebak macet. “Kalau PNS yang mudik ke Palembang saat weekend, banyak yang terjebak macet. Jadi banyak yang telat, bahkan tidak masuk kerja,” bebernya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Prabumulih Drs H Sobban Asmuni membenarkan ketidakhadiran PNS di lingkungan Pemkot Prabumulih akibat kemacetan parah di daerah Palembang-Ogan Ilir. “Dari kemarin memang jalanan macet, beruntung saya tidak berangkat hari ini (kemarin, red). Pasti ikut terjebak. Saya saja berangkat menuju Prabumulih pukul 5 sore, tiba pukul 11 malam,” bebernya.

Ada empat titik kemacetan yang terjadi. Yakni di Jalintim Palembang-Inderalaya Km 32 Kelurahan Timbangan Kecamatan Inderalaya Utara, Km 33 Kota Inderalaya, Jalinsum Palembang-Prabumulih Km 38 Desa Lorok, Kecamatan Inderalaya Utara, dan Km 18 Desa Sungai Rambutan Kecamatan Inderalaya Utara. Jalintim Palembang-Inderalaya Km 33 Kota Inderalaya atau tepatnya di depan kantor DPRD tidak pernah terjadi kemacetan, sempat terjadi hal serupa.

Begitu juga dengan Jalinsum Palembang-Prabumulih Km 38 Desa Lorok. Panjangnya antrean kendaraan dari Jalinsum ini mencapai 6 km mulai dari Km 38 sampai ke Km 32 Kelurahan Timbangan.

Di Jalinsum Palembang-Inderalaya Km 33 arah Kayuagung, antrean kendaraan tidak begitu panjang. Hanya 1 km. Antrean kendaraan yang terjebak macet justru terjadi mulai dari Km 18 sampai ke Km 32 Kelurahan Timbangan yang panjangnya mencapai 14 km.

Petugas Satuan Lantas Polres Ogan Ilir bahu membahu mengatur dan mengurai kendaraan yang terjebak macet. Kendaraan hanya bisa bergerak dalam hitungan satu atau dua meter. Setelah itu pengemudi harus menunggu selama setengah jam.

Penyebab kemacetan bukan karena adanya kecelakaan atau perbaikan jalan, tapi karena banyaknya kendaraan yang melintas. Kendati pukul 10.00 WIB kendaraan yang melintas di Jalintim Palembang-Inderalaya sudah bisa bergerak, namun kemacetan kembali terjadi di Km 13 Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, pada pukul 11.00-14.00 WIB. Kemacetan di sana disebabkan adanya tumpukan material di samping Terminal Karya Jaya karena adanya pelebaran jalan. Jalan yang dilebarkan dilintasi kendaraan. Saat akan naik ke jalan aspal di depan terminal, kendaraan akan mengurangi kecepatan dan menyebabkan kemacetan panjang di belakangnya.

Titik macet berada di depan Terminal Karya Jaya atau Jl Sriwijaya Raya Km 10. Kendaraan yang terjebak macet dari arah Palembang hanya 1 km. Sedangkan dari arah Inderalaya mencapai 10 km. Mulai dari Terminal Karya Jaya sampai ke Simpang KTM Sungai Rambutan Km 20.

Salah satu pejabat di Dinas PU Ogan Ilir Ilir yang namanya enggan dikorankan menjelaskan, penyebab utama terjadinya kemacetan di depan terminal karena adanya tumpukan material di tengah-tengah jalan antara jalan utama dengan jalan yang akan dilebarkan. “Petugas yang menarik retribusi di depan terminal hendaknya menyuruh kendaraan masuk sehingga tidak menyebabkan kemacetan,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir AKBP Deni Dharmapala SH SIk melalui Kasat Lantas AKP Wawan Andi Susanto SH didampingi Kanit Laka Iptu Zaldi menegaskan bahwa penyebab kemacetan disebabkan karena adanya pelebaran jalan juga disebabkan kurang disiplinnya pengemudi kendaraan. “Pengemudi yang menerobos antrean membuat macet semakin jadi,” pungkasnya. (qda/dom/ce1)

Sumatera Ekspres, Selasa, 3 Juli 2012

Minggu, 01 Juli 2012

300 Anak Antusias Ikut Sunatan Massal


Manajer PKBL PT Pusri Palembang Dasnil Yusar dan Manajer Umum Fachrurrozy Bey menyaksikan penyunatan di ruang TK/TPA Masjid Aqobah I, Minggu (1/7/2012)

PALEMBANG - Sekitar 300 anak antusias mengikuti sunatan massal untuk dhuafa digelar di ruang TK/TPA Masjid Aqobah I, Minggu (1/7/2012).
"Ini kegiatan YAZRI (Yayasan Amil Zakat PT Pupuk Sriiwijaya Palembang) bekerjasama dengan SPPSP (Serikat Pekerja PT Pupuk Sriiwijaya Palembang), PKBL, PIKPP (Persatuan Istri Karyawan PT Pupuk Sriiwijaya Palembang), Departemen Umum dan Sarana MT Aqobah I dan BPM Aqobah I," ungkap Manajer PKBL PT Pusri Palembang Dasnil Yusar dan Manajer Umum Fachrurrozy Bey.

Menurut Dasnil, 100 kupon untuk sunat ini diantaranya dibiayai Departemen PKBL ini untuk warga empat kelurahan lingkungan ring I PT Pusri Palembang. Meliputi 1 Ilir, 3 Ilir, Sungai Buah dan Sungai Selayur.

"Sedangkan 200 kupon lainnya untuk umum. Masing-masing kelurahan diberikan 25 kupon. Tapi kita punya cadangan mana tahu ada yang datang di luar kupon tadi. Tetap kita layani, PKBL siap bayar yang di luar kouta. Ini wujud kepedulian kita dan momen liburan sekolah ini kita gunakan untuk kegiatan bermanfaat untuk anak-anak yang belum dikhitan," kata Dasnil kepada Sripoku.com.

Sunat laser melibatkan tenaga medis dari RS Pusri, Posyandu terdekat dan ibu majelis taklim.

"Setiap anak yang telah dikhitan diberikan bingkisan berisikan uang sebesar Rp 100 ribu, kopiah, baju koko, kain sarung dan buku tulis," terang Fachrurrozy.

Sementara menunggu antrean giliran dikhitan, panitia menggelar kuis bagi anak yang hapal bacaan-bacaan doa.

Bagi anak yang bisa menjawab dikasih hadiah. Anak-anak pun berlomba naik panggung.

"Lemak nian, sudah besunat gratis dapat hadiah, duit. Eh ini jugo ado lomba siapo pacak hapalan doa. Senanglah," kata Aan. ," terang Fachrurrozy.

Sementara menunggu antrean giliran dikhitan, panitia menggelar kuis bagi anak yang hapal bacaan-bacaan doa.

Bagi anak yang bisa menjawab dikasih hadiah. Anak-anak pun berlomba naik panggung.

"Lemak nian, sudah besunat gratis dapat hadiah, duit. Eh ini jugo ado lomba siapo pacak hapalan doa. Senanglah," kata Aan.

Penulis : Abdul Hafiz
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post - Minggu, 1 Juli 2012 10:10 WIB

Jumat, 24 Februari 2012

Sumsel Jadi Pusat Pembinaan Olahraga

Menpora Andi Alfian Mallarangeng
Menpora Andi Alfian Mallarangeng

PALEMBANG --Provinsi Sumatera Selatan menjadi pusat pembinaan olahraga nasional dan Asia Tenggara. "Setelah SEA Games, fasilitas olahraga itu akan dijadikan tempat pembinaan olahraga termasuk berskala internasional," kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Mallarangeng saat acara kejuaraan dunia sepak takraw di Palembang, Kamis (23/2/2012).