Senin, 21 Januari 2013

Warning, Nelayan Tak Boleh Melaut

Banyuasin -- Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Banyuasin mengelurkan peringatan atau warning kepada nelayan di wilayah perairan Banyuasin, khusus yang berbatasan langsung dengan muara laut Bangka untuk tidak melaut sementara waktu. "Kita berikan peringatan kepada nelayan yang menggunakan perahu dan kapal-kapal kecil," ujat Kepala Dishubkominfo Kabupaten Banyuasin, Supriyadi, kemarin.

Peringatan ini dikeluarkan, lanjut Supriyadi, disebabkan pada bulan Januari sampai Februari, ketinggian ombak sudah sangat mengkhawatirkan. "Karena dipastikan ombak tinggi diperairan Banyuasin," jelasnya seraya menambahkan, pihaknya sudah memberitahukan peringatan ini kepada kapal nelayan yang kecil

"Saat ini, tiupan angin terjadi lebih kencang saat sore hingga tengah malam. Sementara, saat pagi hari, tiupan angin dan ombak tidak begitu mengkhawatirkan. Ketinggian ombak rata-rata mencapai 3-5 meter. "Sebaiknya tidak berlayar di saat malam hari, apalagi saat hujan," ungkapnya.

Supriyadi mengatakan, kebiasaan nelayan Banyuasin yang tidak melengkapi diri dengan pengaman saat berada di sungai dan laut, sangat mempengaruhi keselamatan. Apalagi saat musim hujan dengan ombak yang tinggi seperti sekarang ini. kalaupun terpaksa melakukan perjalanan di perairan, sebaiknya nelayan terutama pengemudi kapal (serang, red), biasakan diri menggunakan pelampung.

Warning yang dikeluarkan akan disesuaikan dengan informasi terkini yang diberikan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Palembang. Untuk kemudian menjadi surat edaran yang akan disampaikan pada pos-pos pengamanan dan penghubung Dishub Banyuasin. Selain itu, juga akan disiarkan melalui aparat kecamatan yang berada di wilayah perairan Benyuasin. "Waring ini masih tidak menentu, ditentukan berdasarkan update dari BMG," ujarnya. (qda/ce3)

Sumatera Ekspres, Senin, 21 Januari 2013

Rabu, 16 Januari 2013

Pemilih Prabumulih 125.246 Jiwa

Prabumulih -- Jumlah pemilih Kota Prabumulih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 125.246 jiwa. Angka tersebut sudah diplenokan dalam rapat terbuka KPUD Kota Prabumulih di aula sekretariat KPUD Jl Jend A Yani, Kelurahan Prabujaya, Prabumulih Timur, pukul 14.15 WIB, kemarin (16/1)

Empat komisioner hadir, kecuali ketua KPU Kota Prabumulih yang tengah dirawat di rumah sakit. Ada dari panwas, perwakilan tim sukses dari masing-masing kandidat calon wako dan wawako seta PPK se-Kota Prabumulih. "Berdasarkan hasil pemutakhiran data yang telah dilakukan mulai dari tingkat PPS, PPK hingga KPU Kota Prabumulih kemi menetapkan DPT Kota Prabumulih sebanyak 125.246 wajib pilih," ujar Ketua Devisi Teknik Penyelenggara, Zonial Pajri Djak Umar SH saat memimpin rapat.

Menurut Zonial, dari DPT 125.246 jiwa, laki-laki ada 61.846 dan perempuan 63.400. Mereka tersebar di 37 desa/kelurahan dalam 6 kecamatan se-Kota Prabumulih. "Jika dilihat dari angka yang ada, pemilih perempuan lebih banyak."

Proses penetapan DPT bermula dari DP4 (data penduduk pemilih potensial pemilu)dari dinas kependudukan dan catatan sipil. Dari data lantas Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan petugas pemutakhiran data dengan melibatkan ketua RT dan lingkunga setempat. "Hasil pemutakhiran data ini, kita berikan kepada tim sukses tiap pasangan agar mereka ikut mengkroscek apakah masih ada warga yang belum terdata atau sebaliknya ada kesalahan dalam pemutakhiran data," urainya lagi.

Setelah itu, baru ditetapkan menjadi DPT tingkat Kecamatan dan kemudian menjadi DPT tingkat kota yang disahkan melalui rapat pleno oleh KPU Kota Prabumulih. "Prosesnya cukup panjang dan dilakukan secara teliti oleh petugas di lapangan," pungkasnya. (abu/ce3)

Sumatera Ekspres, Kamis, 17 Januari 2013

Rabu, 09 Januari 2013

Sigap, Cepat, Tangkas


Latihan: Personel Satuan Brimob Polda Sumsel, kemarin menggelar latihan rutin bersama di Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Ilir Barat (IB) I. Ini dalam rangka pengamanan sejumlah pemilukada di Sumsel yang berlangsung sepanjang 2013

PALEMBANG - Ribuan personel dari satuan Brimob Polda Sumatera Selatan yang bermarkas di Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Ilir Barat I (IB I), Palembang siap mengawal pemilihan umum kepada daerah (pemilukada) di sejumlah daerah di Sumsel. Saat ini, mereka rutin melakukan latihan pengamanan.

“Setidaknya, ada 1.100 personel lebih kami siapkan untuk melakukan pengamanan pilkada di sejumlah daerah di Sumsel,” ujar Kombes Pol Drs H Adeni Mohan DP MM, Dansat Brimob Polda Sumsel di sela-sela latihan rutin, kemarin (7/1).

Selain menyiapkan kemampuan para personel, menurut Adeni, latihan juga untuk menjaga kesatuan tim dan kelengkapan peralatan yang akan digunakan, seperti senjata api dan amunisi.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan alat transportasi, seperti barracuda dan lainnya. Khusus latihan kemarin, melibatkan ratusan personel. Terdiri dari lima tim yakni, SAR, penjinakan bom (jibom), one teror, silent operation, dan pasukan huru hara (PHH). "Kita juga sudah mengirim personel untuk pengamanan pilkada di Pagaralam dan Muara Enim."

Nah, latihan sendiri mencakup spider stlye atau yang biasa dikenal operasi secara diam-diam dengan tidak menimbulkan kegaduhan. Kemudian, latihan inter resmob dan blackhing (pendobrakan pintu secara paksa untuk menangkap target sasaran yang ada di dalam ruangan). “Kami juga melakukan monitoring pengawasan,” ulasnya.

Adeni mengaku, dari latihan one teror juga dibekali pelatihan pengamaan VIP dan latihan pertempuran jarak dekat (PJD). Latihan bersifat rutin biar anggota satuan Brimob Polda Sumsel selalu prima dan memiliki kemampuan yang andal. “Karena itu, kami terus berlatih dan berlatih. Terpenting, baik latihan ataupun pelaksanaan tugas, yang kita utamakan kesiagaan, kecepatan, dan ketangkasan,” pungkasnya. (nni/ce2)

Sumatera Ekspres, Selasa, 8 Januari 2013