Tampilkan postingan dengan label Musi Banyuasin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musi Banyuasin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Mei 2013

Tanggung Kehidupan Doni

Pendidikan, Kesehatan, Sandang, dan Pangan

BANTUAN: Bupati Muba H Pahri Azhari didampingi istri Hj Lucianty dan Wakil Bupati Beni Hernedi memberikan bantuan kepada Doni, adiknya Udel dan kakeknya, kemarin

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

SEKAYU -- Bila sebelumnya Kapolres Muba AKBP Iskandar F Sutisna memberikan bantuan kepada Doni, bocah Desa Rantau Sialang, Kecamatan Sungai Keruh, kini giliran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba), akan melakukan pembinaan terhadap Doni dan adiknya Udel. Pemkab Muba akan memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, sandang serta pangan keduanya. Hal ini dikemukakan Bupati Musi Banyuasin H Pahri Azhari beserta istri Hj Lucianty Pahri saat meninjau kondisi keluarga Doni.

Pada kesemptan itu, Bupati dan istri menyerahkan bantuan berupa uang, beras, serta lauk pauk untk kebutuhan sehari-hari Doni sekeluarga. Kunjungan tersebut juga diikuti Wakil Bupati (Wabup) Muba Beni Hernedi, Ketua DPRD Muba Ir Uzer Effendy MS, dan beberapa kepala dinas.

"Kita prihatin dan menyayangkan bila ada anak yang pada usia sekolah sudah harus bekerja mencari nafkah, sementara anak tersebut masih memiliki ayah. Untuk itu, Pemkab Muba akan memberikan khusus pada anak-anak seperti ini, dan barharap tidak ada lagi yang mengalami kondisi demikian di kemudian hari," ujarnya.

Doni adalah bocah laki-laki berusia 12 tahun yang tinggal bersama adiknya bernama Undel, bocah perempuan usia 11 tahun dan kakeknya Abas yang telah tua. Sejak tiga tahun lalu Doni telah bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan adik dan kakeknya tersebut. Berbagai pekerjaan dilakoninya mulai dari menjadi buruh bangunan hingga buruh upah menyadap karet. Hasilnya tidak seberapa hanya cukup untuk membeli beras dan sisanya untuk uang sekolah adiknya. (yud/ce3)

Sumatera Ekspres, 7 Mei 2013

Desa Ulak Embacang Terisolir

Tak Memiliki Akses Jalan

Transportasi Sungai: Wakil Bupati Muba Beni Hernedi menyempatkan diri foto bareng ibu-ibu saat mencuci di Sungai Rawas saat berkunjung ke Desa Ulak Embacang, Kecamatan Sanga Desa, kemarin.

* * * * * * * * * * * * * * *



SANGA DESA -- Hampir 20 tahun lamanya, Desa Ulak Embacang, Kecamatan Sanga Desa belum memiliki akses jalan. Warga mengandalkan alat transportasi perahu ketek. melalui jalur sungai menuju berbagai daerah di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Karneli, warga setempat mengatakan, satu-satunya akses sangat memprihatinkan dan tak bisa dilintasi lagi. Maka itu, pihaknya berharap pemerintah daerah setempat segera membuat akses jalan masuk ke desanya.

"Supaya urat nadi perekonomian di desa ini berjalan. Karena desa ini, merupakan penyuplai migas namun tidak diperhatikan dengan baik," kata Karneli, saat Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi berkunjung dan bertatap muka di Desa Ulak Embacang, kemarin (6/5).

Terhadap kondisi tersebut, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, menegaskan pemerintah harus memanfaatkan perusahaan-perusahaan setempat untuk ikut berpartisipasi. Dijelaskan, Pemkab Muba sekarang sedang membangun jembatan dari Dusun Muaro Rawas Desa Terusan ke Desa Ulak Embacang.

Namun pengerjaan terhambat masalah pembebasan lahan. "Kendati ada hambatan, tapi yakinlah daerah desa ini akan kami pikirkan dan selalu kami perhatikan," ujarnya.

Seperti diketahui, di Dusun 4, Desa Ulak Embacang terdapat beberapa yang daerah rawan longsor. Oleh karena itu, Wabup dalam kunjumgannya menyampaikan akan mencari solusi dengan membuat program pemindahan rumah warga ke pemukiman baru secara bertahap.

"Saya bersama pak bupati sudah berkomitmen membangun desa dengan dana Rp 1 miliar 1 desa, yang tinggal menunggu hari untuk direalisaikan," ungkapnya. Demi suksesnya program tersebut, masyarakat desa harus duduk bersama dan masyarakat membangun desanya sendiri serta mengawasi secara bersama. Intinya untuk mempercepat kesejahteraan rakyat sehingga ekonomi kerakyatan dapat berjalan dengan baik." tukasnya. (yud/vin/ce3)

Sumatera Ekspres, Selasa, 7 Mei 2013

Senin, 24 Desember 2012

Tiap Minggu 3 Orang Tewas

Tiap Minggu 3 Orang Tewas
SEKAYU -- angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada tahun 2012 mencapai 236 kejadian. "Berdasarkan data lakalantas oleh Polres Muba, angka kecelakaan pada tahun ini terhitung Januari 2012 hingga 23 Desember, sebanyak 236 kejadian," ungkap Kapolres Muba AKBP Iskandar F Sutisna melalui Kasat Lantas AKP Andi Kumara SH SIk kepada koran ini, kemarin (23/12).

Menurutnya, dari 236 kejadian tersebut, sebanyak 137 orang dinyatakan meninggal akibat kecelakaan, sedangkan korban yang mengalami luka berat sebanyak 222 orang dan luka ringan sebanyak 153 orang . "Kalau kita hitung rata-ratanya hampir setiap minggunya 3 orang tewas akibat kecelakaan," tambahnya.

Begitu juga bila dikalkulasikan kerugian material nilainya cukup tinggi. Yakni sebesar Rp 2.501.000.000. "Jadi selain menyebabkan hilangnya nyawa akibat laka lantas, juga kerugian material yang mencapai di atas Rp 2,5 miliar, angka yang cukup tinggi," lanjutnya.

Beberapa penyebab faktor tinggi laka lantas tersebut yang didominasi pemuda, diantara penyebabnya yakni kondisi jalan yang mulus dan tikungan. "Jalan lintas timur (Jalintim) saja panjang jalannya mencapai 127 km, dengan kondisi jalan mulus dan tikungan, ini salah satu penyebab tingginya kecelakaan di Muba," paparnya.

Sedangkan untuk di jalan lintas tengah (Jalinteng) panjangnya mencapai 156 km, dengan kondisi kurang baik. Di Jalinteng ini banyak sekali kerusakan jalan, sehingga salah satu faktor penyumbang tingkat kecelakaan dan kemacetan.

Nah, dalam rangka Operasi Lilin 2012 yang sudah mulai digelar, pihaknya berusaha menekan angka kecelakaan trsebut. Caranya, memberi imbauan dan peringatan kepada pengguna jalan untuk selalu waspada dan berhati-hati serta melengkapi semua persyaratan dalam berlalu lintas.

Sementara itu, menjelang libur natal dan tahun baru serta libur sekolah belum terjadi lonjakan arus lalu lintas di jalan lintas timur Palembang-Jambi terutama di wilayah Kabupaten Muba hingga ke batas Jambi-Sumsel. "Masih normal, hanya ada peningkatan sedikit pada kendaraan pribadi," ujar anggota Poslantas Sukamaju Brigadir ndry SH.

Mengantisipasi kemacetan dan kriminalitas polisi mendirikan pos pelayanan dan pengamanan di pusat Kota Sungai Lilin. (sid/kur/lia/ce3)

Sumatera Ekspres, Senin, 24 Desember 2012

Sabtu, 30 Juni 2012

Muba Raih Adipura Kedelapan


Bupati Muba H Pahri Azhari menerima Piala Adipura yang diserahkan langsung oleh Presiden RI Dr Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Selasa (5/6/2012)

PALEMBANG - Apresiasi layak diberikan kepada masyarakat, khususnya Pemkab Muba. Sebab, Bumi Serasan Sekate ini kembali mendapat penghargaan Piala Adipura untuk kedelapan kalinya secara berturt-turut.

Penghargaan ini diterima langsung Bupati Muba H Pahri Azhari yang diserahkan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Selasa (4/6/2012).

“Alhamdulillah, kita kembali mendaptkanPiala Adipura kedelapan sebagai penghargaan untuk keberhasilan masyarakat Muba menjaga daerahnya. Ini sungguh luar biasa, karena kita mendapatkan piala ini delapan kali berturut-turut,” ujar Pahri.

Orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini mengatakan, keberhasilan meraih Piala Adipura tidak terlepas dari peran serta seluruh masyarakat yang sangat memperhatikan lingkungan sekitar. Terpilihnya Kabupaten Muba sebagai “kota kecil terbesih se-Indonesia” akan menjadi motivasi bagi Pemda untuk lebih giat membangun daerah.

“Sebelumnya saya ingin mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Muba. Semoga selamanya kita akan mendapatkan penghargaan ini sebagai cermin keberhasilan menghargai tanah kelahiran kita,” katanya.

Kabag Humas Pemkab Muba, Dicky Meiriando mengatakan, hari ini Kabupaten Muba juga akan menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri pertama yang diraih SMA Negeri 2 Sekayu. Kedua jenis penghargaan ini tentu saja sangat membanggakan pemerintah dan masyarakat Muba.

Sebagai bentuk syukur dan penghargaan kepada masyarakat Muba secara keseluruhan, pihaknya sudah menyiapkan semacam upacara penyambutan yang dijadwalkan pada 11 Juni mendatang.

Kedua piala tersebut akan diarak keliling Kota Sekayu mulai dari Wisma Pramuka melewati Jalan Merdeka, Simpang Empat JM, Simpang Empat Balai Agung, dan Simpang Empat Teladan. Selanjutnya arak-arakan melintas di Simpang Empat Pendopoan, Simpang Empat PLN, Bundaran Terminal Randik dan finish di Stable Berkuda di Jl Kol Wahid Udin.

“Kita ingin masyarakat menyaksikan secara langsung Piala Adipura yang berhasil kita raih untuk kedelapan kalinya. Mudah-mudahan lancar,” ujar Dicky.

Penulis : Eko Adiasaputro
Editor : Hendra Kusuma
Sriwijaya Post - Selasa, 5 Juni 2012 21:56 WIB

Rabu, 22 Februari 2012

Hujan, Akses Sekolah Sulit

SUNGAI LILIN -- Siswa SD Filial SDN I Sungai Lilin masih harus bergantian menggunakan ruang kelas. Ya, bagaimana tidak, sekolah berlokasi di tengah perkebunan sawit RW 4, Kelurahan Sungai Lilin Jaya, Kecamatan Singai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) itu hanya memiliki satu ruangan merangkap tempat belajar megajar dan juga kantor.

Kondisi fisiknya juga berupa bangunan kayu dengan atap ijuk. "Kalau pagi kelas satu, setelah itu gantian dengan kelas dua yang menggunakan ruangan," kata Irawanty, guru SD Filial SDN I Sungai Lilin kepada Sumatera Ekspres kemarinn.