Selasa, 24 Februari 2015

Berdebu, Uji Coba Underpass Setop Dua Jam

Berdebu, Uji Coba Underpass Setop Dua Jam
Gangguan Nonteknis: Debu bertebangan mengganggu lalu lintas kendaraan yang melintas di terowongan underpass simpang Patal dalam uji coba, kemarin.

______________________________

PALEMBANG --- Uji coba underpass tak berjalan mulus. Selama dua jam, lalu lintas kendaraan disetop karena khawatir terjadi kecelakaan. Penyebabnya, debu sisa semen cor badan jalan membumbung tinggi menutupi pandangan para pengemudi.

“Setelah disiram air dengan bantuan mobil Damkar, uji coba kembali diteruskan,” ujar Kepala SNVT Jalan dan Jembatan Metropolitan BBPJN III, Aidil Fitri, kemarin. Uji coba dimulai dengan doa bersama sejumlah pejabat yang hadir. Mereka dari Ditlantas Polda, Polresta, BBPJN III, Dishubkominfo Sumsel, Dishub Palembang, serta perwakilan kontraktor.

Pukul 10.15 WIB, uji coba terowongan underpass dimulai. Semua kendaraan dengan tinggi makksimal lima meter bisa melintasi underpass itu. Kecepatan maksimal saat melalui terowongan yakni 25 km per jam.

“Kami akan evakuasi seefektif apa underpass ini mengurangi kemacetan,” katanya. Saat ini, ada empat fase lalu lintas. Jika masih timbul kemacetan dan antrean panjang kendaraan, akan dijadikan tiga fase seperti di bawah flayover simpang Polda.

Kepala Bidang Perencanaan BBPJN III, Juni Wahjudiono menambahkan, pengaturan underpass sudah tidak ada hambatan untuk traffic light-nya. Di terowongan underpass juga sudah dilengkapi lampu untuk penerangan pada malam hari.

“Badan jalan terowongan underpass memang hanya dicor beton, tidak diaspal,” imbunhnya. Sesuai kesepakatan uji coba dilakukan selama 10 jam, dimulai pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Setelah uji coba kendaraan, bakal ada uji laik fungsi jalan dan uji keselamatan jalan. Menurut Juni, ada empat pompa air yang dipasang secara bertahap dengan level berbeda.

“Jika ada genangan air, secara otomatis pompa bekerja,” tuturnya.

Selama tiga tahun, perawatan underpass ini masih jadi tanggung jawab kontraktor. Setelahnya akan dikelola oleh Dinas PU Bina Marga. Untuk launching direncakan awal Maret.

“Kami berharap Presiden langsung yang datang, palin tidak Menteri PU,” ujar Juni.

Sementara, Kepala Bidang Transportasi Jalan dan Rel Dishub Palembang, Agus Supriyanto mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi operasional traffic light underpass.

Kasi Amdal Ditlantas Polda Sumsel, Kompol Ridwan meyakini, setelah dioperasionalkan nanti, tidak ada lagi kemacetan di kawasan simpang Patal tersebut.

Tapi, penumpukan kendaraan bisa terjadi di titik lain. “Biasanya ada dua titik penumpukan kendaraan, salah satunya diprediksi di Angkatan 66,” tukasnya. (chy/ce4)

Sumber: Sumatera Ekspres, Selasa, 24 Februari 2015

0 komentar:

Posting Komentar