Selasa, 14 Februari 2012

Panen Lebih Awal

PAGARALAM -- Harga sayur mayuran dataran tinggi, andalan petani di kaki Gununng Dempo dalam beberap hari terakhir ini mengalami penurunan harga. Informasi yang dihimpun di sejumlah agen besar sayuran dan petani di kota ini, penurunan harga sayuran dataran tinggi selain akibat pengaruh musin juga banyaknnya barang yang masuk ke sentra penjualan sayuran di Palembang. Jadi tak ada lagi permintaan dari Palembang.

Wawan Priansyah SE, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pagaralam sekaligus agen besar sayuran mengatakan, minggu lalu harga sayuran dataran tinggi masih cukup tinggi, tetapi sekarang harga sudah anjlok. "Bayangkan sayur kol sebelumnya RP 1.500 per kg namun saat ini hanya Rp 700 per kg, sawi dan sawi pahit Rp 1000 per kg kini hanya dihargai Rp 300 per kg," katanya.

Jumat, 10 Februari 2012

Pengantin Baru di Pagaralam Diwajibkan Tanam 10 Pohon

BALEHO
Salah satu baliho ajakan menanam pohon yang dipasang di jalan menuju Kompleks Perkantoran Gunung Gare, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Jumat (10/2/2012).

PAGARALAM -- Pemerintah pusat mencanangkan program penanaman satu miliar pohon. Program tersebut disambut baik Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam dengan meluncurkan program penanaman sejuta pohon setiap tahun di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

Pemkot Pagaralam telah melakukan berbagai upaya untuk mengajak masyarakat Pagaralam menanam pohon.

Bahkan di setiap kegiatan Walikota Pagaralam H Djazuli Kuris selalu mengakhiri kegiatan dengan menanam pohon.

MARTAPURA -- Sepinya pembeli batu bata membuat pemilik usaha atau bangsal mengalami kerugian cukup segnifikan. Apalgai, saat ini aktivitas tanam padi di sejumlah daerah tengah dilakukan. Untuk menambah pendapatan keluarga, petani di kawasan Martapura, menekuni pekerjaan sampingan sebagai pembuat material batu bata.

Umumnya, pelaku usaha jenis ini tersebar di Sungai Binjai. Dalam sehari mereka mencetak 400 buah batu bata. Hampir dua bulan ini batu bata yanng dibuat sepi pembeli. Untuk mengurangi risiko kerugian, sejumlah pemilik bangsal bata mengurangi pembuatan.

Asep (26), pembuat bau bata di desa tersebut mengatakan, untuk bahan baku tak menjadi kendala. "Hanya saja yaang terjadi saat ini sistem pemasarannya yang kurang lancar. Jika ini terus terjadi tak mennutup kemungkinan saya bisa menganggur karena bata yang yang sudah dicetak belum habis terjual," jelasnya.

Senada dikatakan Sunarmo (50), pembuat bata bolonng. Dikatakannya, hampir dua bulan terakhir bata bolong yang dibuatnya sepi pembeli. (asa/ce2)

Sumatera Ekspres, Jumat, 10 Februari 2012

Perbaiki Mutu Tegangan

PAGARALAM -- untuk meningkatan pelayanan pada konsumen pemakai listrik, petugas PLN Rayon Pagaralam memasang kabel Jaringan Tegang Rendah (JTR) di jalan alternatif Pagaralam Dusun Tanjung Payang, Kelurahan Pagar Agung, Kecamatan Pagaralam Selatan. "Pemasangan dan penambahan JTR ini untuk memperbaiki mutu tegangan aliran listrik sehingga tak mengandalkan ksabel listrik berukuran kecil saja," ujar Manager PLN Ranting Pagaralam Agus Israwan melalui Husin (40), petugas PLN di sela-sela kegiatan.