Tampilkan postingan dengan label Pagaralam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pagaralam. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Januari 2014

Petani Kubis Merugi


Hama Bambang Menyerang



Petani Kubis Merugi
HAMA: Serangan hama bambang sejenis kupu-kupu putih mengakibatkan kualitas tanaman kubis di Pagaralam menurun. Selain menimbulkan keriting, hama ini juga bisa membuat tanaman mati


PAGARALAM --- Cuaca yang tidak menentubeberapa bulan terakhir berimbas pada kualitas produksi jenis sayuran. Salah satunya kubis di wilayah Batang Bange, Kecamatan Pagaralam Utara, yang diserang hama bambang berupa kupu-kupu putih yang membuat kubis keriting dan mati.


"Hama kupu-kupu putih yang memakan tanaman ini dinamai petani hama bambang. Jika terserang hama ini, maka kubis tidak tumbuh alias mati dan keriting menguning," terang Bari (53) petani kubis di Dusun Batang Bange. Serangan hama ini tidak hanya menyerang kebun kubisnya yang saat ini sudah mulai masuk masa panen, tapi juga sudah menyerang hampir merata di daerah ini. Jika diserang sudah hampir panen petani masih bisa panenmeskipun hasilnya tidak akan sesuai dengan harapan petani yang ada.

Tapi jika belum masuk masa panen, maka petani akan mengalami rugi besar akibat tanaman yang ada tidak tumbuh dengan baik. "Untuk satu hektare lahan kebun kubis yang modalnya sekitar Rp1 jutaan biasanya petani kubis memanen sekitar 10 ton kubis. Namun jika sudah diserang hama ini paling banyak petani dapat hasil sekitar 2 ton saja," beber Bari seraya mengatakan, saat ini harga jual kubis cukup tinggi sekitar Rp2.500 per kilonya.

Senada diungkapkan Adi (34) salah seorang petani kubis daerah setempat. Menurutnya, tanaman kubis ini sangat rentan dengan cuaca yang menyebabkan daunya kering. "Sebagian tanaman kubis daunnya mulai kering akibat diserang hama bambang ini," tegasnya seraya memperlihatkan beberapa buah tanaman kubis miliknya yang telah keriting.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hotikultura, Ir Jumaldi Jani MM melalui Kasi Pengendalian Penyakit Hama Tanaman (PPHT) Encon Isworo mengatakan, pada musim pancaroba sejumlah hama dan penyakit rentan menyerang tanaman petani yang ada di Kota Pagaralam. Untuk itu, pihaknya melalui penyuluh pertanian yang ada disetiap kecamatan melakukan penyuluhan terkait cara-cara pencegahan dan penanggulangan sejumlah hama dan penyakit yang ada. "Untuk kasus yang ada pihaknya akan menerjunkan tim untuk mengecek," tegasnya. (aid/ce5)

Sumatera Ekspres, Senin, 6 Januari 2014

Selasa, 07 Mei 2013

Tolak Pembongkaran Kios

Tolak Bongkar Kios: Puluhan pedagang dan agen sayur mendatangi Gedung DPRD Pagaralam. Mereka menolak pemindahan dan pembongkaran kios di Pasar Nendagung

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

PAGARALAM -- Puluhan pedagang sayur dan agen, yang tergabung dalam Forum Pedagang Sayur Terminal (FPST) Pagaralam, mendatangi Gedung DPRD Pagaralam. Hal ini terkait rencana pemindahan dan pembongkaran kios pedagang di kawasan Pasar Nendagung. Kelurahan Nendagung orlh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Pengelola Pasar.

Massa melakukan orasi dan meneriakkan yel-yel penolakan pemindahan.

Koodinatr pedagang sayur terminal, Yuliansih mengatakan, aksi yang dilakukan pedagang sayur dan agen merupakan bentuk penolakan kebijakan pemkot yang akan memindahkan serta membongkar kios pedagang. "Ini jelas sangat merugikan pedagang," katanya.

Minggu, 26 Agustus 2012

Objek Wisata Lematang Indah Masih Ramai

Wisatawan masih memadati kawasan objek wisata Lematang Indah, Jumat (24/8/2012).

* * * * * * * * * * * * * * * * *



PAGARALAM - Hingga H+5 Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah, sejumlah objek wisata di Kota Pagaralam masih cukup ramai pengunjung.

Kondisi ini terlihat di kawasan objek wisata Lematang Indah. Masih terdapat puluhan wisatawan berkunjung ke objek wisata yang berada di jalur lintas ini.

Para pengunjung yang datang rata-rata merupakan para pemudik yang hendak pulang ke daerah masing-masing. Mereka berwisata sembari pulang.

Namun masih ada sejumlah wisatawan yang sengaja datang dari beberapa daerah seperti Bengkulu, Empatlawang, dan Lahat. Mereka sengaja datang di akhir liburan agar tidak terlalu ramai.

Pantauan Sripoku.com, Jumat (24/8/2012), terlihat banyak kendaraan roda empat dan roda dua yang parkir di kawasan tersebut.

Bahkan para pengunjung juga masih terus berdatangan. Namun banyak kendaraan yang parkir di tepi jalan membuat arus lalulintas di kawasan itu sedikit mengalami kemacetan.

"Kami sekeluarga sengaja datang dari Bengkulu pak sambil menghabiskan masa libur sekolah. Karena jika dari kemaren ke sini pasti pengunjungnya masih sangat ramai," ujar Dodi (28), salah satu pengunjung kepada Sripoku.com.

Penulis : Wawan Septiawan
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post - Jumat, 24 Agustus 2012

Pemkot Pagaralam Waspada Kebakaran Hutan

PAGARALAM - Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam mengimbau warga untuk waspada akan kebakaran hutan. Namun sepertinya imbauan tersebut tidak diindahkan warga.

Pasalnya saat musim kemarau seperti saat ini banyak warga memanfaatkannya untuk membuka lahan pertanian baru dengan cara membakar hutan. Kondisi ini sudah menjadi salah satu tradisi para petani di Kota Pagaralam.

Meskipun demikian pihak BPBD Kota Pagaralam memperingatkan warga untuk tidak melakukan hal tersebut. Pasalnya pihaknya khawatir kegiatan tersebut akan menimbulkan terjadi kebakaran hutan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam Herawadi, mengatakan, untuk seluruh lapisan masyarakat Kota Pagaralam agar dapat waspada dan cepat tanggap apabila terjadi kebakaran hutan.

"Musim kemarau kebakaran lahan perkebunan dan hutan sering terjadi. Bahkan hampir setiap tahun kebakaran hutan terus terjadi di Pagaralam," ujarnya kepada Sripoku.com, Minggu (26/8/2012).

Untuk mengatasi kebakaran hutan, pihak BPBD telah mengerahkan dua unit mobil PBK, berikut juga dengan puluhan petugas untuk melakukan penyemprotan rumput ilalang yang mulai mengering di kawasan Jalan Negara Liku Endikat Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan maupun di Liku Lematang.

"Penyemprotan yang kita lakukan tersebut karena di kawasan tersebut merupakan kawasan yang menjadi langganan kebakaran. Bahkan sebelumnya bagian bawah jembatan Liku Endikat sudah terbakar," jelasnya.

Penulis : Wawan Septiawan
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post - Minggu, 26 Agustus 2012

Rabu, 16 Mei 2012

Harta Karun Disimpan di Situs Megalitikum Pagaralam?


Seorang wisatawan lokal mengamati sebuah arca manusia purba berumur sekitar 4000 tahun yang ditemukan di Pagaralam.

PAGARALAM
- Banyak Situs Megalitikum di Kota Pagaralam yang ditemukan dalam kondisi rusak.

Hal ini disebabkan pada 1980 lalu banyak warga dari dan luar Kota Pagaralam menganggap lokasi penemuan Situs Megalit merupakan tempat penyimpanan harta karun.

Hal ini disampaikan pihak Balar Arkeologi (Balar) Palembang saat menggelar kegiatan Temu Wicara dan diskusi di ruang Rapat Besemah I Kantor Walikota Pagaralam, Rabu (16/5/2012).

Cerita tersebut didapat pihak Balar dari cerita warga yang ada di sekitar penemuan situs.

Kondisi itu juga diperkuat dengan banyaknya situs megalit yang ada di Pagaralam ditemukan dalam kondisi rusak.

Ketua Tim Balai Arkeologi (Balar) Palembang, Kristantina Indiastuti mengatakan, dari beberapa situs yang ditemukan saat penelitian di Pagaralam beberapa di antaranya sudah pernah digali warga.

Penggalian warga tersebut untuk mencari harta karun.

"Kita mendapatkan informasi ini dari warga sekitar saat kita melakukan penggalian. Selain itu memang saat kita melakukan penggalian banyak kondisi situs yang kita gali sudah dalam keadaan rusak dan tidak berada di lokasi semula. Karena dulunya situs megalit ini dianggap warga sebagai penanda adanya simpanan harta karun," ujarnya.

Penulis : Wawan Septiawan
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post - Rabu, 16 Mei 2012 21:29 WIB

Rabu, 22 Februari 2012

Makanan Diduga Bercampur Plastik

PAGARALAM -- Warga Pagaralam harus berhati-hati membeli makanan olahan goreng-gorengan. Jika tidak, bisa saja terbeli makanan olahan yang diduga bercampur plastik, yang pada dasarnya sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. "Goreng-gorengan yang yang diduga bercampur plastik ini dibeli di kawasan pasar di Pagaralam, Sabtu lalu," ujar Gimbardin (53), guru SDN 61 Dusun Tanjung Payang Kelurahan Tanjung Agung, Pagaralam Selatan

Sabtu, 18 Februari 2012

Buah Duku Dijajakan Murah

DUKU2

PAGARALAM -- Saat ini Kota Pagaralam dibanjiri buah duku. Hampir setiap sudut kota terdapat penjual dulu baik yang menggunakan gerobak maupun mobil.

Duku yang ada di Pagaralam ternyata didatangkan dari Kabupaten Muara Enim. Harga perkilogramnya berkisar Rp 4.000 hingga Rp 5.000. Hampir seluruh kawasan Pasar Dempo Permai tampak para penjual duku.

Selasa, 14 Februari 2012

Panen Lebih Awal

PAGARALAM -- Harga sayur mayuran dataran tinggi, andalan petani di kaki Gununng Dempo dalam beberap hari terakhir ini mengalami penurunan harga. Informasi yang dihimpun di sejumlah agen besar sayuran dan petani di kota ini, penurunan harga sayuran dataran tinggi selain akibat pengaruh musin juga banyaknnya barang yang masuk ke sentra penjualan sayuran di Palembang. Jadi tak ada lagi permintaan dari Palembang.

Wawan Priansyah SE, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pagaralam sekaligus agen besar sayuran mengatakan, minggu lalu harga sayuran dataran tinggi masih cukup tinggi, tetapi sekarang harga sudah anjlok. "Bayangkan sayur kol sebelumnya RP 1.500 per kg namun saat ini hanya Rp 700 per kg, sawi dan sawi pahit Rp 1000 per kg kini hanya dihargai Rp 300 per kg," katanya.

Jumat, 10 Februari 2012

Pengantin Baru di Pagaralam Diwajibkan Tanam 10 Pohon

BALEHO
Salah satu baliho ajakan menanam pohon yang dipasang di jalan menuju Kompleks Perkantoran Gunung Gare, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Jumat (10/2/2012).

PAGARALAM -- Pemerintah pusat mencanangkan program penanaman satu miliar pohon. Program tersebut disambut baik Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam dengan meluncurkan program penanaman sejuta pohon setiap tahun di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

Pemkot Pagaralam telah melakukan berbagai upaya untuk mengajak masyarakat Pagaralam menanam pohon.

Bahkan di setiap kegiatan Walikota Pagaralam H Djazuli Kuris selalu mengakhiri kegiatan dengan menanam pohon.

Perbaiki Mutu Tegangan

PAGARALAM -- untuk meningkatan pelayanan pada konsumen pemakai listrik, petugas PLN Rayon Pagaralam memasang kabel Jaringan Tegang Rendah (JTR) di jalan alternatif Pagaralam Dusun Tanjung Payang, Kelurahan Pagar Agung, Kecamatan Pagaralam Selatan. "Pemasangan dan penambahan JTR ini untuk memperbaiki mutu tegangan aliran listrik sehingga tak mengandalkan ksabel listrik berukuran kecil saja," ujar Manager PLN Ranting Pagaralam Agus Israwan melalui Husin (40), petugas PLN di sela-sela kegiatan.