Rabu, 16 Januari 2013

Pemilih Prabumulih 125.246 Jiwa

Prabumulih -- Jumlah pemilih Kota Prabumulih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 125.246 jiwa. Angka tersebut sudah diplenokan dalam rapat terbuka KPUD Kota Prabumulih di aula sekretariat KPUD Jl Jend A Yani, Kelurahan Prabujaya, Prabumulih Timur, pukul 14.15 WIB, kemarin (16/1)

Empat komisioner hadir, kecuali ketua KPU Kota Prabumulih yang tengah dirawat di rumah sakit. Ada dari panwas, perwakilan tim sukses dari masing-masing kandidat calon wako dan wawako seta PPK se-Kota Prabumulih. "Berdasarkan hasil pemutakhiran data yang telah dilakukan mulai dari tingkat PPS, PPK hingga KPU Kota Prabumulih kemi menetapkan DPT Kota Prabumulih sebanyak 125.246 wajib pilih," ujar Ketua Devisi Teknik Penyelenggara, Zonial Pajri Djak Umar SH saat memimpin rapat.

Menurut Zonial, dari DPT 125.246 jiwa, laki-laki ada 61.846 dan perempuan 63.400. Mereka tersebar di 37 desa/kelurahan dalam 6 kecamatan se-Kota Prabumulih. "Jika dilihat dari angka yang ada, pemilih perempuan lebih banyak."

Proses penetapan DPT bermula dari DP4 (data penduduk pemilih potensial pemilu)dari dinas kependudukan dan catatan sipil. Dari data lantas Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan petugas pemutakhiran data dengan melibatkan ketua RT dan lingkunga setempat. "Hasil pemutakhiran data ini, kita berikan kepada tim sukses tiap pasangan agar mereka ikut mengkroscek apakah masih ada warga yang belum terdata atau sebaliknya ada kesalahan dalam pemutakhiran data," urainya lagi.

Setelah itu, baru ditetapkan menjadi DPT tingkat Kecamatan dan kemudian menjadi DPT tingkat kota yang disahkan melalui rapat pleno oleh KPU Kota Prabumulih. "Prosesnya cukup panjang dan dilakukan secara teliti oleh petugas di lapangan," pungkasnya. (abu/ce3)

Sumatera Ekspres, Kamis, 17 Januari 2013

Rabu, 09 Januari 2013

Sigap, Cepat, Tangkas


Latihan: Personel Satuan Brimob Polda Sumsel, kemarin menggelar latihan rutin bersama di Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Ilir Barat (IB) I. Ini dalam rangka pengamanan sejumlah pemilukada di Sumsel yang berlangsung sepanjang 2013

PALEMBANG - Ribuan personel dari satuan Brimob Polda Sumatera Selatan yang bermarkas di Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Ilir Barat I (IB I), Palembang siap mengawal pemilihan umum kepada daerah (pemilukada) di sejumlah daerah di Sumsel. Saat ini, mereka rutin melakukan latihan pengamanan.

“Setidaknya, ada 1.100 personel lebih kami siapkan untuk melakukan pengamanan pilkada di sejumlah daerah di Sumsel,” ujar Kombes Pol Drs H Adeni Mohan DP MM, Dansat Brimob Polda Sumsel di sela-sela latihan rutin, kemarin (7/1).

Selain menyiapkan kemampuan para personel, menurut Adeni, latihan juga untuk menjaga kesatuan tim dan kelengkapan peralatan yang akan digunakan, seperti senjata api dan amunisi.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan alat transportasi, seperti barracuda dan lainnya. Khusus latihan kemarin, melibatkan ratusan personel. Terdiri dari lima tim yakni, SAR, penjinakan bom (jibom), one teror, silent operation, dan pasukan huru hara (PHH). "Kita juga sudah mengirim personel untuk pengamanan pilkada di Pagaralam dan Muara Enim."

Nah, latihan sendiri mencakup spider stlye atau yang biasa dikenal operasi secara diam-diam dengan tidak menimbulkan kegaduhan. Kemudian, latihan inter resmob dan blackhing (pendobrakan pintu secara paksa untuk menangkap target sasaran yang ada di dalam ruangan). “Kami juga melakukan monitoring pengawasan,” ulasnya.

Adeni mengaku, dari latihan one teror juga dibekali pelatihan pengamaan VIP dan latihan pertempuran jarak dekat (PJD). Latihan bersifat rutin biar anggota satuan Brimob Polda Sumsel selalu prima dan memiliki kemampuan yang andal. “Karena itu, kami terus berlatih dan berlatih. Terpenting, baik latihan ataupun pelaksanaan tugas, yang kita utamakan kesiagaan, kecepatan, dan ketangkasan,” pungkasnya. (nni/ce2)

Sumatera Ekspres, Selasa, 8 Januari 2013

Senin, 24 Desember 2012

Seribu Bunga Tanda Kasih Romi pada Ibu

Seribu Bunga Tanda Kasih Romi pada Ibu
Hj Masyito Romi Terima Bunga dari Mahasiswa

Tak ada kehidupan dan tiada kesuksesan tanpa restu ibu.Itulahprensip hidup yang dipegang H Romi Herton. Pribadinya sadar betul bahwa sebagai seorang anak kita harus menghormati dan menghargai ibu, di mana pun dan kapan pun. Karena keperdulian terhadap kaum ibu itulah, Sabtu (21/12) pagi, Wakil Wali Kota Palembang ini bersama istri tercintanya Hj Masyito Romi, ikut bersama membaur komunitas Sober's (Sobat Romi) membagikan seribu bunga kepada para pengendara dan pejalan kaki di kawasan Bundaran Air Mancur dan perempatan Simpang Polda,Palembang.

embagian seribu bunga ini sekaligus menandakan peringatan Hari Ibu. Tanpa sungkan dan tak menghiraukan hempasan debu dan desingan mesin kendaraan, Romi dan istri tampak ikut bersemangat menyerahkan tangkai kepada warga. Kepada sejumlah warga yang menerima bunga tersebut, dia berpesan agar meningkatkan rasa cinta dan hormat kepada ibu. "Jadikan momen Hari Ibu ini untuk makin menghargai ibu kita," katanya seraya mengingatkan makna tersirat dari pepatah kuno "Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu". Bagi kaum pria, lanjut Romi, menghorati istri juga bagian dari bentuk cinta kepada ibu.

Sementara ditemui di sela-sela penyerahan bunga, Hj Masyito Romi, mengatakan, kegiatan adalah salah satu bentuk penghormatan sedalam-dalamnya kepada ibu yang melahirkan dan membesarkan kita. "Maka itu tema seribu bunga untuk ibu ini pertanda penghormatan kita. Dan rasa cinta kita kepada ibu ini tidak terbatas pada momen Hari Ibu saja, tapi setiap hari," katanya.

Sementara itu, M Putro, koordinator Sober's, mengatakan bahwa Hari Ibu ini merupakan hari yang special untuk kaum hawa. Ia jua menilai bahwa Hj Masyito Romi adalah sosok wanita yang sangat menghormati ibu dan suaminya, yang memilik naluri kepedulian kepada masyarakat. "Kami juga secara langsung memberiikan bunga kepada Hj Masyito Romi," kata Putro.

Hal senada diungkap Okka, salah satu komunitas MU Kota Palembang, yang turut serta dalam acara pembagian seribu bunga. "Ibu kita adalah orang yang paling hebat yang selalu berjuang untuk anaknya. Sementara Ibu Masyito sebagai istri pejabat, dia sangat tetap santun dan sederhana. Sikapnya ini juga berkat kepribadian suaminya Romi Herton," kata Okka.

Sementara pembagian seribu bunga, siang harinya Hj Masyito melanjutkan kunjungan ke Panti Sosial Tresna Werda Teratai di Jl Sosial Jaya, Km 6, Palembang. Di panti ini wanita berjilbab ini menemui para penghuni panti, terutama kaum ibu yang sudah berusia lanjut. Tanpa sungkan Hj Masyito bercengkrama dengan para penghuni panti. Kehadiran Hj Masyito tersebut pun disambut hangat penghuni panti. Pada kesempatan ini dia juga memberikan tanda kasih berupa sembako, pakaian, dan selimut. (adv)

Sumatera Ekspres, Senin, 24 Desember 2012

Pusri Berikan Santunan untuk 500 Anak Yatim

Pusri Berikan Santunan untuk 500 Anak Yatim
Jelang HUT Ke-53 Tahun

PT Pupuk Sriwijaya (PUSRI) Palembang menggelar dzikir, doa bersama, serta pemberian santunan kepada 500 anak yatim piatu yang dikelola oleh Yayasan Amil Zakat Pusri (Yazri). Kegiatan ini merupakan rangkaian menyambut Ulang Tahun PT Pusri ke-53 dan jatuh besok (hari ini, red), kemarin (23/12) dipusatkan di Masjid Al-Aqobah 1, Kompleks PT Pusri Palembang.

"Ada 500 anak yatim piatu yang yang tinggal di lingkungan karyawan PT Pusri yang kami undang. Dimana dananya sendiri merupakan zakat dari para karyawan yang dikelola Yazri," ujar Direktur PT Pusri, Ir Djohan Safri, melalui Ketua Yazri sekaligus Manager Ketenagakerjaan PT Pusri Palembang Ansori Toyib SE MM, disela-sela acara.

Diakuinya, kegiatan dzikir dan doa bersama bersama anak yatim piatu ini baru pertama kali digelar karena selama ini kegiatan yang dilakukan hanya sebatas pemberian santunan.

"Mengingat ke depan, banyak program besar yang akan dilakukan PT Pusri, maka kami sangat mengharapkan bantuan doa dari anak-anak yatim piatu tersebut agar semua rencana dapat berjalan dengan lancar. Sehingga nantinya, semua yang akan dilakukan para karyawan bisa sukses, dan zakat yang akan dikeluarkan akan lebih banyak lagi. Kami optimis ke depan jumlah santunan zakat ini akan bertambah dan kegiatan semacam ini akan menjadi agenda rutin tahunan," terangnya.

Sementara Ketua Peribadatan Masjid Al-Aqobah 1 PT Pusri, A Rohim, didampingi koordinator pelaksana Ahmad Rifai, mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan semacam ini sehingga anak yatim piatu dapat terbantu untuk memenuhi keperluannya. "Mudah-mudahan apa yang teah dilakukan PT Pusri untuk membantu para anak yatim piatu ini mendapat berlipat pahala," harapnya.

Dalam kesempatan ini juga diisi dengan pembacaan puisi dan taushiyah yang diberikan ustadz cilik Taufiqurahman. (adv)

Sumatera Ekspres, Senin, 24 Desember 2012

Beri Izin Nikah Siri, Disanksi Tegas

Beri Izin Nikah Siri, Disanksi Tegas
PALEMBANG -- Sanksi tegas bakal diberikan kepada Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Penghulu, dan P3N yang sengaja memberikan izin dan menikahkan siri pasangan pengantin. Sanksi tegas tersebut berupa hukuman lima tahun penjara.

"Selain hukuman pidana lima tahun penjara, juga disanksi uang denda, dan pemecatan status kepegawaiannya," tegas Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palembang, H M Al Fajri Zubaidi MM MPd, di Aula MAN 3 Palembang beberapa waktu lalu.

Menurutnya, nikah siri adalah pernikahan yang tidak tercatat di pemerintah. Jika pasangan pengantin tersebut tidak memiliki uang untuk membuat buku nikah (NA), pihaknya siap membantu untuk membuatkan secara gratis.

"Sudah ada programnya dari Kementerian Agama. Tentunya tidak ada permasalahan, tapi semua ada aturan dan syarat. Semua harus dipatuhi," ungkapnya.

Ia mengatakan, selama 2012, ada satu petugas P3N di Kecamatan Seberang Ulu I diberhentikan karena dengan sengaja menghadiri nikah siri. Saat ini, jumlah penghulu di Kota Palembang sebanyak 9 orang dan 16 kepala KUA, serta 143 orang P3N.

"Jumlah ini masih belum maksimal dalam membantu proses pencatatan bagi pasangan calon pengantin yang anak menikah," terangnya.

Ditambahkan Al Fajri, kaaupun calon pengantin tersebut berstatus janda atau duda, harus melampirkan surat keterangan dari Pengadilan Agama. Begitupun bagi calon pengantin yang berstatus janda atau duda ditinggal mati, harus melampirkan surat keterangan dari kecamatan dan kelurahan.

Nikah sesuai dengan syaratnya sudah termuat dan diatur dalam UU NO 1 Tahun 1974 yang menjelaskan apabila kedua pasangan akan melangsungkan pernikahan, maka harus sama-sama mengetahui status dari masing-masing pasangan.

"Diharapkan bagi masyarakat yang ingin menikah, harus tercatat di KUA masing-masing. Kalaupun tidak ada, segera lapor. Kemudian akan direkomendasi ke KUA terdekat dengan wilayahnya," tukasnya. (nni/via/ce4)
Sumatera Ekspres, Senin, 24 Desember 2012