Selasa, 07 Mei 2013

Desa Ulak Embacang Terisolir

Tak Memiliki Akses Jalan

Transportasi Sungai: Wakil Bupati Muba Beni Hernedi menyempatkan diri foto bareng ibu-ibu saat mencuci di Sungai Rawas saat berkunjung ke Desa Ulak Embacang, Kecamatan Sanga Desa, kemarin.

* * * * * * * * * * * * * * *



SANGA DESA -- Hampir 20 tahun lamanya, Desa Ulak Embacang, Kecamatan Sanga Desa belum memiliki akses jalan. Warga mengandalkan alat transportasi perahu ketek. melalui jalur sungai menuju berbagai daerah di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Karneli, warga setempat mengatakan, satu-satunya akses sangat memprihatinkan dan tak bisa dilintasi lagi. Maka itu, pihaknya berharap pemerintah daerah setempat segera membuat akses jalan masuk ke desanya.

"Supaya urat nadi perekonomian di desa ini berjalan. Karena desa ini, merupakan penyuplai migas namun tidak diperhatikan dengan baik," kata Karneli, saat Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi berkunjung dan bertatap muka di Desa Ulak Embacang, kemarin (6/5).

Terhadap kondisi tersebut, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, menegaskan pemerintah harus memanfaatkan perusahaan-perusahaan setempat untuk ikut berpartisipasi. Dijelaskan, Pemkab Muba sekarang sedang membangun jembatan dari Dusun Muaro Rawas Desa Terusan ke Desa Ulak Embacang.

Namun pengerjaan terhambat masalah pembebasan lahan. "Kendati ada hambatan, tapi yakinlah daerah desa ini akan kami pikirkan dan selalu kami perhatikan," ujarnya.

Seperti diketahui, di Dusun 4, Desa Ulak Embacang terdapat beberapa yang daerah rawan longsor. Oleh karena itu, Wabup dalam kunjumgannya menyampaikan akan mencari solusi dengan membuat program pemindahan rumah warga ke pemukiman baru secara bertahap.

"Saya bersama pak bupati sudah berkomitmen membangun desa dengan dana Rp 1 miliar 1 desa, yang tinggal menunggu hari untuk direalisaikan," ungkapnya. Demi suksesnya program tersebut, masyarakat desa harus duduk bersama dan masyarakat membangun desanya sendiri serta mengawasi secara bersama. Intinya untuk mempercepat kesejahteraan rakyat sehingga ekonomi kerakyatan dapat berjalan dengan baik." tukasnya. (yud/vin/ce3)

Sumatera Ekspres, Selasa, 7 Mei 2013

Selasa, 09 April 2013

Pemilukada Kota Palembang Jadi Barometer Pilgub?

Sepakat Jual Figur



Pemilukada Kota Palembang Jadi Barometer Pilgub?Siapa yang memenangkan Pemilukada Kota Palembang hasil penghitungan suara KPU nanti, boleh jadi akan mempengaruhi peta politik pemilihan Gubernur Sumatera Selatan 6 Juni 2013. Itu lantaran dengan mata pilih 1 juta lebih, Kota Pempek ini menjadi barometer. Di samping daerah basis dengan jumlah pemilih siknifikan lain.

--------------------------------------------------



Dua pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota Palembang periode 2013-2018 berdasarkan hitung cepat (quick count) sejumah lembaga survei mendapat raihan suara yang sangat ketat. Mereka pun saling klaim menang hingga keputusan final menang "sesunggh-nya" berada di tangan KPU.

Kedua kandidat yang dimaksud yakni pasangan nomor urut 2, Romi Herton-Harnojoyo dan pasangan nomor urut 3, Sarimuda-Nelly Rasdiana.

Nah, siapa pun pemenang nanti, banyak yang menganalisis kalau hasil pemilukada kota ini akan berpengaruh pada dukungan terhadap bakal calon gubernur (balongub) Sumsel yang menjadi parpol pengusung kedua pasangan calon wali kota tersebut.

Sekedar diketahui, sejumlah partai besar seperti PDI Perjuangan plus partai koalisi PAN, PKS, Partai Demokrat menjadi pengusung pasangan Romi Herton - Harnojoyo. Di belakang kandidat ini, ada Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT yang akan maju sebagi bakal calon gubernur. Juga ada balon wakil gubernur (balonwagub) dari barisan parpol pengusung itu, yakni Hafiz Tohir (PAN-PKS) dan H Ishak Mekki.

Sebaliknya, pasangan Sarimuda - Nelly Rasdiana yang diusung Partai Golkar tentu mendukung jagoannya balongub incumbent Ir H Alex Noerdin. Retentan latar belakang kandidat wako-wawako ini, menjadi penting lantaran Palembang memiliki mata pilih terbesar dengan jumlah daftar pilih tetap (DPT) mencapai 1.113.488. Hampir 20 persen dari total mata pilih dalam daftar pemilih sementara (DPS) 6.574.384.

Banyak yang memprediksikan siapa yang menjadi pemenang apakh itu Romi ataukah Sarimuda sedikit banyak akan mempengaruhi penunjukkan jabatan pemerintahan di Pemkot Palembang hingga ke lini camat yang berhubungan langsung dengan massa. Kebijakan itu, menyusul adanya dugaan terkait dengan kepentingan Pilgub nanti.DAri isu yang beredar misalnya, jika Romi terpilih maka bisa dikatakan para camat hingga lurah akan didominasi orang-orangnya untuk pemenangan pilgub Eddy Santana, ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel. Lantaran Romi, merupakan ketua DPC PDI Perjuangan kota.

Isu lain, Romi akan bersikap netral mengingat dalam dalam barisan parpol pengusung juga ada kandidat yang ikut bertarung pada pilgub nanti. Sebaliknya, kalau hasil penghitungan KPU nanti memenangkan Sarimuda, "katanya" dukungan akan diberikan kepada kandidat Partai Golkar dalam hal ini incumbent Alex Noerdin.

Lantas bagaimana tanggapan para balongub dan balonwagub yang akan maju? Balon Gubernur dari PDI Perjuangan, Eddy Santana Putra mengatakan, kemenangan Romi Herton-Harnojyo jelas akan berpengaruh pada Pemilihan Gubernur , 6 Juni nanti. "Palembang harus tetap merah, kemenangan Romi-Harno juga akan mempengaruhi Pilgub dan Pemilihan Legislatif 2014 nanti," kata Eddy Santana di kediamannya, kemarin.

Eddy yang berpasangan dengan Anisja Wiwiet Tatung, pada Pilgub nanti optimis akan meraih 70 persen suara di Palembang. "Angka kemenangan pemilukada Palembang 43 persen tidak bisa menjadi patokan, saya yakin khusus di Palembang akan memperoleh suara minimal 70 persen," tukasnya.

Senada diungkapkan Balonwagub yang diusung PAN-PKS koalisi, Hafisz Tohir. Katanya, hasil pemilukada Kota Palembang jelas berpengaruh pada peta Pilgub nanti. "Sarimuda merupakan tim inti dari balongub incumbent Alex Nordin. Di lain pihak Romi didukung salah satunya skuad PAN. Selain dari figur Romi sendiri, saya melihat dongkrakan suara pada Romi-Harno ini, juga ada kaitan dengan tokoh-tokoh nasional parpol pengusung. Ada Megawati, Hatta Rajasa, Taufik Kiemas."

Meski demikian, kata Hafisz, dia lebih yakin warga Kota Palembang akan membutuhkan figur fresh dalam memimpin Sumsel nanti. "Hasil survei kita, Insya Allah, 70 persen responden menginginkan figur baru untuk memimpin Sumsel nanti. Baru di sini, dalam artian orang yang benar-benar baru dalam dunia pemerintahan, namun punya kemampuan untuk itu," kata pria yang berpasangan dengan balongub Iskandar Hasan, mantan Kapolda Sumsel ini.

Alex Noerdin, balongub incumbent yang berpasangan dengan Ishak Mekki (Bupati OKI) melalui juru bicara Partai Golkar RA Anita Noeringhati mengatakan, hasil Pemilukada Palembang tidak akan berpengaruh signifikan pada pilgub nanti. Pasalnya, pada pemilukada Palembang dan Sumsel figurnya berbeda. "Pemilukada itu yang ditampilkan adalah figur. Di samping, elaktibilitas calon juga berbeda," kata Anita.

Ia menambahkan, Palembang tidak menjadi tolak ukur pasti pada Pemilukada Sumsel 6 Juni. Terlebih partai pengusung antara Pilgub dan Pemilukada Palembang berbeda, jelas akan berpengaruh juga. "Calon yang diusung Golkar (Sarimuda) mendapatkan kisaran suara 43 persen tidak mesti nanti pilgub juga akan sama. Kami telah melakukan survei, khusus untuk di Palembang optimis mampu meraih 70 persen suara," pungkasnya.

Balongub Herman Deru yang tidak ada kaitan sama sekali dengan parpol pengusung baik Romi maupun Sarimuda, berpendapat siapapun yang menang nanti menjadi kredibilitas buat lembaga survei. Paling tidak, lembaga survei bisa diakui akurasinya kalau hasil perhitungan cepat (quick count)-nya mendekati perhitungan KPU nanti.

"Yang jelas, kalau saya melihat hasil perhitungan sementara quick count memang dua kandidat saling klaim dan diprediksi raihan suaranya ketat. Antara pasangan Romi-Harno dengan Sarimuda-Nelly Rasdiana," ujar Deru lagi. Nah, perolehan suara kedua pasangan kandidat nomor urut 2 dan nomor urut 3 itu, lebih dominan karena figur keduanya. "Ini bukan berarti saya menafikan parpol pendukung. Apalagi, yang mendukung dua pasangan itu, multipartai. Jelas, dalam setiap pemilukada faktor figur-lah yang menjadi penentu."

Begitu pula pada pemilihan gubernur nanti. Deru yakin masyarakat Kota Palembang dalam melilih Gubernur Sumsel ke depan, tidak melihat dari partai mana pemimpin Kota Palembang yang lagi berkuasa. "Ya, kalau saya tidak muluk-muluk. Dalam kota dapat 30-40 persen suara sudah Alhamdulillah." (mik/cj4/nur/ce3)

Sumatera Ekspres, Selasa, 9 April 2013


Pertarungan Eddy-Alex

---------------------------------------------------


Pengamat politik dan hukum dari Universitas Sriwijaya, Prof Amzulian Rifai SH LLM PhD mengatakan hasil pemilihan wali kota dan wakil wali kota Palembang tentu akan berpengaruh terhadap pemilihan gubernur, 6 Juni nanti. "Setidaknya wako terpilih akan berjuang keras dengan fasilitas dan kapasitas yang dimiliki untuk memenangkan calon gubernur yang satu haluan dengan wali kota terpilih," kata Amzulian kepada Sumatera Ekspres, tadi malam.

Menurut Dekan Fakultas Hukum Unsri ini, sulit mengukur secara pasti seberapa besar pengaruh pada pilgub nanti. "Tapi yang jelas akan berpengaruh walau tidak signifikan hasilnya secara menyeluruh di Sumsel. "Ada faktor lain juga yang akan mempengaruhi gubernur terpilih nanti. Antara lain, seberapa besar pemilih golput, pemilih fanatik dan mesin partai yang bergerak hingga sampai ke akar rumput," pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Dr Febrian. Menurut pengamat politik dari Unsri ini, hasil Pemilukada Palembang sangat mempengaruhi pertarungan pemilukada gubernur nanti. "Sesungguhnya pertarungan Pemilukada Palembang ini, bukan hanya figur."

Lanjutnya, Pemilukada Palembang sesungguhnya merupakan pertarungan antara PDI Perjuangan dan Golkar. "Nanti jika PDI Perjuangan menang akan berpengaruh pada Eddy Santana. Sebaliknya, jika Golkar menang akan berpengaruh dengan Alex Nooerdin," katanya.

Jika lihat konfigurasi hasil Pemilukada, lanjutnya, tentu sangat menarik dan akan berpengaruh pada basis-basis dukungan partai. "Menang figur akan lebih menonjol. Tapi, sesungguhnya ini pertarungan parpol juga," pungkasnya. (mik/nur/ce3)

Sumatera Ekspres, Selasa, 9 April 2013

Kamis, 28 Maret 2013

Bahan Baku Sulit, Permintaan Meningkat

MARTAPURA -- Meski dari sisi pengadaan bahan baku mengalami kesulitan, namun tak membuat Mulani (54), warga Desa Rantau Jaya, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur, luluh. Dia tetap semangat melestarikan kerajinan rotan. Bahkan, hasil karyanya mulai mulai merambah ke pasaran, baik lokal maupun antardaerah. "Untuk jenis kursi kelana dijual Rp 500 ribu, benhur Rp 600 ribu, sedangkan untuk kursi tidur Rp 300 ribu," ungkap Mulani.

Dikatakan, usaha perajin rotan ini dilakoninya sejak tahun 1990 lalu. "Ini satu-satunya keahlian saya untuk bertahan dan terus untuk melestarikan kerajinan rotan ini," terangnya.

Rotan ini didapat dari Betung dan Baturaja. Lalu, disulap menjadi berbagai bentuk kerajinan, mulai dari kursi, rak, meja hingga perabotan rumah tangga lainnya. Kursi-kursi hasil kerajinan rotan milik Mulani pun laris manis dipesan. Mulai dari harga Rp 550 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung dari jenis dan ukurannya.

Sebelumnya, banyak perajin rotan. Hanya saja, seiring waktu, terus berkurang dan menghilang. "Banyak yang beralih ke usaha lain," katanya.

Dikatakannya, saat ini dirinya kesulitan mendapatkan bahan baku rotan. Tetapi di sisi lain, permintaan akan kerajinan rotan terus mengalami peningkatan. "Alhamdulillah, sampai saat ini usaha kerajinan rotan saya tetap lancar. Malah saya sekarang sampai kewalahan melayani order yang terus-menerus dari warga," imbuh Mulani. (asa/ce4)

Sumatera Ekspres, Kamis, 28 Maret 2013

Senin, 21 Januari 2013

Warning, Nelayan Tak Boleh Melaut

Banyuasin -- Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Banyuasin mengelurkan peringatan atau warning kepada nelayan di wilayah perairan Banyuasin, khusus yang berbatasan langsung dengan muara laut Bangka untuk tidak melaut sementara waktu. "Kita berikan peringatan kepada nelayan yang menggunakan perahu dan kapal-kapal kecil," ujat Kepala Dishubkominfo Kabupaten Banyuasin, Supriyadi, kemarin.

Peringatan ini dikeluarkan, lanjut Supriyadi, disebabkan pada bulan Januari sampai Februari, ketinggian ombak sudah sangat mengkhawatirkan. "Karena dipastikan ombak tinggi diperairan Banyuasin," jelasnya seraya menambahkan, pihaknya sudah memberitahukan peringatan ini kepada kapal nelayan yang kecil

"Saat ini, tiupan angin terjadi lebih kencang saat sore hingga tengah malam. Sementara, saat pagi hari, tiupan angin dan ombak tidak begitu mengkhawatirkan. Ketinggian ombak rata-rata mencapai 3-5 meter. "Sebaiknya tidak berlayar di saat malam hari, apalagi saat hujan," ungkapnya.

Supriyadi mengatakan, kebiasaan nelayan Banyuasin yang tidak melengkapi diri dengan pengaman saat berada di sungai dan laut, sangat mempengaruhi keselamatan. Apalagi saat musim hujan dengan ombak yang tinggi seperti sekarang ini. kalaupun terpaksa melakukan perjalanan di perairan, sebaiknya nelayan terutama pengemudi kapal (serang, red), biasakan diri menggunakan pelampung.

Warning yang dikeluarkan akan disesuaikan dengan informasi terkini yang diberikan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Palembang. Untuk kemudian menjadi surat edaran yang akan disampaikan pada pos-pos pengamanan dan penghubung Dishub Banyuasin. Selain itu, juga akan disiarkan melalui aparat kecamatan yang berada di wilayah perairan Benyuasin. "Waring ini masih tidak menentu, ditentukan berdasarkan update dari BMG," ujarnya. (qda/ce3)

Sumatera Ekspres, Senin, 21 Januari 2013

Rabu, 16 Januari 2013

Pemilih Prabumulih 125.246 Jiwa

Prabumulih -- Jumlah pemilih Kota Prabumulih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 125.246 jiwa. Angka tersebut sudah diplenokan dalam rapat terbuka KPUD Kota Prabumulih di aula sekretariat KPUD Jl Jend A Yani, Kelurahan Prabujaya, Prabumulih Timur, pukul 14.15 WIB, kemarin (16/1)

Empat komisioner hadir, kecuali ketua KPU Kota Prabumulih yang tengah dirawat di rumah sakit. Ada dari panwas, perwakilan tim sukses dari masing-masing kandidat calon wako dan wawako seta PPK se-Kota Prabumulih. "Berdasarkan hasil pemutakhiran data yang telah dilakukan mulai dari tingkat PPS, PPK hingga KPU Kota Prabumulih kemi menetapkan DPT Kota Prabumulih sebanyak 125.246 wajib pilih," ujar Ketua Devisi Teknik Penyelenggara, Zonial Pajri Djak Umar SH saat memimpin rapat.

Menurut Zonial, dari DPT 125.246 jiwa, laki-laki ada 61.846 dan perempuan 63.400. Mereka tersebar di 37 desa/kelurahan dalam 6 kecamatan se-Kota Prabumulih. "Jika dilihat dari angka yang ada, pemilih perempuan lebih banyak."

Proses penetapan DPT bermula dari DP4 (data penduduk pemilih potensial pemilu)dari dinas kependudukan dan catatan sipil. Dari data lantas Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan petugas pemutakhiran data dengan melibatkan ketua RT dan lingkunga setempat. "Hasil pemutakhiran data ini, kita berikan kepada tim sukses tiap pasangan agar mereka ikut mengkroscek apakah masih ada warga yang belum terdata atau sebaliknya ada kesalahan dalam pemutakhiran data," urainya lagi.

Setelah itu, baru ditetapkan menjadi DPT tingkat Kecamatan dan kemudian menjadi DPT tingkat kota yang disahkan melalui rapat pleno oleh KPU Kota Prabumulih. "Prosesnya cukup panjang dan dilakukan secara teliti oleh petugas di lapangan," pungkasnya. (abu/ce3)

Sumatera Ekspres, Kamis, 17 Januari 2013