Kamis, 28 Maret 2013

Bahan Baku Sulit, Permintaan Meningkat

MARTAPURA -- Meski dari sisi pengadaan bahan baku mengalami kesulitan, namun tak membuat Mulani (54), warga Desa Rantau Jaya, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur, luluh. Dia tetap semangat melestarikan kerajinan rotan. Bahkan, hasil karyanya mulai mulai merambah ke pasaran, baik lokal maupun antardaerah. "Untuk jenis kursi kelana dijual Rp 500 ribu, benhur Rp 600 ribu, sedangkan untuk kursi tidur Rp 300 ribu," ungkap Mulani.

Dikatakan, usaha perajin rotan ini dilakoninya sejak tahun 1990 lalu. "Ini satu-satunya keahlian saya untuk bertahan dan terus untuk melestarikan kerajinan rotan ini," terangnya.

Rotan ini didapat dari Betung dan Baturaja. Lalu, disulap menjadi berbagai bentuk kerajinan, mulai dari kursi, rak, meja hingga perabotan rumah tangga lainnya. Kursi-kursi hasil kerajinan rotan milik Mulani pun laris manis dipesan. Mulai dari harga Rp 550 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung dari jenis dan ukurannya.

Sebelumnya, banyak perajin rotan. Hanya saja, seiring waktu, terus berkurang dan menghilang. "Banyak yang beralih ke usaha lain," katanya.

Dikatakannya, saat ini dirinya kesulitan mendapatkan bahan baku rotan. Tetapi di sisi lain, permintaan akan kerajinan rotan terus mengalami peningkatan. "Alhamdulillah, sampai saat ini usaha kerajinan rotan saya tetap lancar. Malah saya sekarang sampai kewalahan melayani order yang terus-menerus dari warga," imbuh Mulani. (asa/ce4)

Sumatera Ekspres, Kamis, 28 Maret 2013

Senin, 21 Januari 2013

Warning, Nelayan Tak Boleh Melaut

Banyuasin -- Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Banyuasin mengelurkan peringatan atau warning kepada nelayan di wilayah perairan Banyuasin, khusus yang berbatasan langsung dengan muara laut Bangka untuk tidak melaut sementara waktu. "Kita berikan peringatan kepada nelayan yang menggunakan perahu dan kapal-kapal kecil," ujat Kepala Dishubkominfo Kabupaten Banyuasin, Supriyadi, kemarin.

Peringatan ini dikeluarkan, lanjut Supriyadi, disebabkan pada bulan Januari sampai Februari, ketinggian ombak sudah sangat mengkhawatirkan. "Karena dipastikan ombak tinggi diperairan Banyuasin," jelasnya seraya menambahkan, pihaknya sudah memberitahukan peringatan ini kepada kapal nelayan yang kecil

"Saat ini, tiupan angin terjadi lebih kencang saat sore hingga tengah malam. Sementara, saat pagi hari, tiupan angin dan ombak tidak begitu mengkhawatirkan. Ketinggian ombak rata-rata mencapai 3-5 meter. "Sebaiknya tidak berlayar di saat malam hari, apalagi saat hujan," ungkapnya.

Supriyadi mengatakan, kebiasaan nelayan Banyuasin yang tidak melengkapi diri dengan pengaman saat berada di sungai dan laut, sangat mempengaruhi keselamatan. Apalagi saat musim hujan dengan ombak yang tinggi seperti sekarang ini. kalaupun terpaksa melakukan perjalanan di perairan, sebaiknya nelayan terutama pengemudi kapal (serang, red), biasakan diri menggunakan pelampung.

Warning yang dikeluarkan akan disesuaikan dengan informasi terkini yang diberikan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Palembang. Untuk kemudian menjadi surat edaran yang akan disampaikan pada pos-pos pengamanan dan penghubung Dishub Banyuasin. Selain itu, juga akan disiarkan melalui aparat kecamatan yang berada di wilayah perairan Benyuasin. "Waring ini masih tidak menentu, ditentukan berdasarkan update dari BMG," ujarnya. (qda/ce3)

Sumatera Ekspres, Senin, 21 Januari 2013

Rabu, 16 Januari 2013

Pemilih Prabumulih 125.246 Jiwa

Prabumulih -- Jumlah pemilih Kota Prabumulih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 125.246 jiwa. Angka tersebut sudah diplenokan dalam rapat terbuka KPUD Kota Prabumulih di aula sekretariat KPUD Jl Jend A Yani, Kelurahan Prabujaya, Prabumulih Timur, pukul 14.15 WIB, kemarin (16/1)

Empat komisioner hadir, kecuali ketua KPU Kota Prabumulih yang tengah dirawat di rumah sakit. Ada dari panwas, perwakilan tim sukses dari masing-masing kandidat calon wako dan wawako seta PPK se-Kota Prabumulih. "Berdasarkan hasil pemutakhiran data yang telah dilakukan mulai dari tingkat PPS, PPK hingga KPU Kota Prabumulih kemi menetapkan DPT Kota Prabumulih sebanyak 125.246 wajib pilih," ujar Ketua Devisi Teknik Penyelenggara, Zonial Pajri Djak Umar SH saat memimpin rapat.

Menurut Zonial, dari DPT 125.246 jiwa, laki-laki ada 61.846 dan perempuan 63.400. Mereka tersebar di 37 desa/kelurahan dalam 6 kecamatan se-Kota Prabumulih. "Jika dilihat dari angka yang ada, pemilih perempuan lebih banyak."

Proses penetapan DPT bermula dari DP4 (data penduduk pemilih potensial pemilu)dari dinas kependudukan dan catatan sipil. Dari data lantas Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan petugas pemutakhiran data dengan melibatkan ketua RT dan lingkunga setempat. "Hasil pemutakhiran data ini, kita berikan kepada tim sukses tiap pasangan agar mereka ikut mengkroscek apakah masih ada warga yang belum terdata atau sebaliknya ada kesalahan dalam pemutakhiran data," urainya lagi.

Setelah itu, baru ditetapkan menjadi DPT tingkat Kecamatan dan kemudian menjadi DPT tingkat kota yang disahkan melalui rapat pleno oleh KPU Kota Prabumulih. "Prosesnya cukup panjang dan dilakukan secara teliti oleh petugas di lapangan," pungkasnya. (abu/ce3)

Sumatera Ekspres, Kamis, 17 Januari 2013

Rabu, 09 Januari 2013

Sigap, Cepat, Tangkas


Latihan: Personel Satuan Brimob Polda Sumsel, kemarin menggelar latihan rutin bersama di Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Ilir Barat (IB) I. Ini dalam rangka pengamanan sejumlah pemilukada di Sumsel yang berlangsung sepanjang 2013

PALEMBANG - Ribuan personel dari satuan Brimob Polda Sumatera Selatan yang bermarkas di Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Ilir Barat I (IB I), Palembang siap mengawal pemilihan umum kepada daerah (pemilukada) di sejumlah daerah di Sumsel. Saat ini, mereka rutin melakukan latihan pengamanan.

“Setidaknya, ada 1.100 personel lebih kami siapkan untuk melakukan pengamanan pilkada di sejumlah daerah di Sumsel,” ujar Kombes Pol Drs H Adeni Mohan DP MM, Dansat Brimob Polda Sumsel di sela-sela latihan rutin, kemarin (7/1).

Selain menyiapkan kemampuan para personel, menurut Adeni, latihan juga untuk menjaga kesatuan tim dan kelengkapan peralatan yang akan digunakan, seperti senjata api dan amunisi.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan alat transportasi, seperti barracuda dan lainnya. Khusus latihan kemarin, melibatkan ratusan personel. Terdiri dari lima tim yakni, SAR, penjinakan bom (jibom), one teror, silent operation, dan pasukan huru hara (PHH). "Kita juga sudah mengirim personel untuk pengamanan pilkada di Pagaralam dan Muara Enim."

Nah, latihan sendiri mencakup spider stlye atau yang biasa dikenal operasi secara diam-diam dengan tidak menimbulkan kegaduhan. Kemudian, latihan inter resmob dan blackhing (pendobrakan pintu secara paksa untuk menangkap target sasaran yang ada di dalam ruangan). “Kami juga melakukan monitoring pengawasan,” ulasnya.

Adeni mengaku, dari latihan one teror juga dibekali pelatihan pengamaan VIP dan latihan pertempuran jarak dekat (PJD). Latihan bersifat rutin biar anggota satuan Brimob Polda Sumsel selalu prima dan memiliki kemampuan yang andal. “Karena itu, kami terus berlatih dan berlatih. Terpenting, baik latihan ataupun pelaksanaan tugas, yang kita utamakan kesiagaan, kecepatan, dan ketangkasan,” pungkasnya. (nni/ce2)

Sumatera Ekspres, Selasa, 8 Januari 2013

Senin, 24 Desember 2012

Seribu Bunga Tanda Kasih Romi pada Ibu

Seribu Bunga Tanda Kasih Romi pada Ibu
Hj Masyito Romi Terima Bunga dari Mahasiswa

Tak ada kehidupan dan tiada kesuksesan tanpa restu ibu.Itulahprensip hidup yang dipegang H Romi Herton. Pribadinya sadar betul bahwa sebagai seorang anak kita harus menghormati dan menghargai ibu, di mana pun dan kapan pun. Karena keperdulian terhadap kaum ibu itulah, Sabtu (21/12) pagi, Wakil Wali Kota Palembang ini bersama istri tercintanya Hj Masyito Romi, ikut bersama membaur komunitas Sober's (Sobat Romi) membagikan seribu bunga kepada para pengendara dan pejalan kaki di kawasan Bundaran Air Mancur dan perempatan Simpang Polda,Palembang.

embagian seribu bunga ini sekaligus menandakan peringatan Hari Ibu. Tanpa sungkan dan tak menghiraukan hempasan debu dan desingan mesin kendaraan, Romi dan istri tampak ikut bersemangat menyerahkan tangkai kepada warga. Kepada sejumlah warga yang menerima bunga tersebut, dia berpesan agar meningkatkan rasa cinta dan hormat kepada ibu. "Jadikan momen Hari Ibu ini untuk makin menghargai ibu kita," katanya seraya mengingatkan makna tersirat dari pepatah kuno "Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu". Bagi kaum pria, lanjut Romi, menghorati istri juga bagian dari bentuk cinta kepada ibu.

Sementara ditemui di sela-sela penyerahan bunga, Hj Masyito Romi, mengatakan, kegiatan adalah salah satu bentuk penghormatan sedalam-dalamnya kepada ibu yang melahirkan dan membesarkan kita. "Maka itu tema seribu bunga untuk ibu ini pertanda penghormatan kita. Dan rasa cinta kita kepada ibu ini tidak terbatas pada momen Hari Ibu saja, tapi setiap hari," katanya.

Sementara itu, M Putro, koordinator Sober's, mengatakan bahwa Hari Ibu ini merupakan hari yang special untuk kaum hawa. Ia jua menilai bahwa Hj Masyito Romi adalah sosok wanita yang sangat menghormati ibu dan suaminya, yang memilik naluri kepedulian kepada masyarakat. "Kami juga secara langsung memberiikan bunga kepada Hj Masyito Romi," kata Putro.

Hal senada diungkap Okka, salah satu komunitas MU Kota Palembang, yang turut serta dalam acara pembagian seribu bunga. "Ibu kita adalah orang yang paling hebat yang selalu berjuang untuk anaknya. Sementara Ibu Masyito sebagai istri pejabat, dia sangat tetap santun dan sederhana. Sikapnya ini juga berkat kepribadian suaminya Romi Herton," kata Okka.

Sementara pembagian seribu bunga, siang harinya Hj Masyito melanjutkan kunjungan ke Panti Sosial Tresna Werda Teratai di Jl Sosial Jaya, Km 6, Palembang. Di panti ini wanita berjilbab ini menemui para penghuni panti, terutama kaum ibu yang sudah berusia lanjut. Tanpa sungkan Hj Masyito bercengkrama dengan para penghuni panti. Kehadiran Hj Masyito tersebut pun disambut hangat penghuni panti. Pada kesempatan ini dia juga memberikan tanda kasih berupa sembako, pakaian, dan selimut. (adv)

Sumatera Ekspres, Senin, 24 Desember 2012