Senin, 09 Juli 2012

RS Ernaldi Bahar Jadi Rujukan se-Sumatera

RS Ernaldi Bahar Jadi Rujukan se-Sumatera
Gubernur Sumsel Alex Noerdin menandatangani prasasti peresmian RS Erba yang baru di Jl Tembus Terminal AAL KM 12, Senin (9/7/2012)

PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengajak masyarakat patut berbangga dengan diresmikannya Rumah Sakit Ernaldi Bahar (RS ERBA) yang baru di Jl Tembus Terminal AAL KM 12. RS tersebut merupakan terbesar di Indonesia dan menjadi rujukan rumah sakit region se-Sumatera.

"Entah masih ada nggak suara saya," ceplos Alex membuka kata sambutannya pada peresmian RS Erba yang baru di Jl Tembus Terminal AAL KM 12, Senin (9/7/2012).

Alex yang mengaku sibuk mengawasi kotak suara pada Pilgub DKI Jakarta memang suaranya terdengar serak, parau kehabisan suara berkampanye.

"RS Erba ini merupakan RS Jiwa terbesar di Indonesia dan menjadi rujukan rumah sakit yang ada di Sumatera dan daerah-daerah lain. Insya Allah tidak dari Jakarta. Luar biasa rumah sakit ini. Kita berada di tengah-tengah areal seluas 10,3 ha yang baru terpakai 27 ribu meter persegi. Saya dengar tadi ada 370 tempat tidur dan akan ditambah lagi. Berarti banyak yang stres. Kita di sini rumah sakit terbaik, tapi tetap ada pelayanan gratis. Tinggal SDM yang ditingkatkan supaya pelayanannya baik," ujar Alex.

Alex mengimbau kepada mulai dari jajaran direksi dan karyawan RS Erba untuk tidak lagi melakukan demo. "Tidak boleh lagi demo. Kalau yang demo saya akan pindahkan ke Puskesmas semua. Kita akan berikan award yang berprestasi berangkatkan ke Singapura. Kita seleksi dengan ketat yang memberikan kinerja baik. Yang tidak mampu berikan layanan baik atau mau demo, kita pindahkan ke Puskesmas," seru Alex.

Usai menggunting pita dan menandatangani prasasti peresmian RS Erba yang baru maket penghijauan RS Erba, Alex meninjau seluruh ruangan.

Sementara Direktur Rumah Sakit Ernaldi Bahar (RS ERBA) dr Hj Yumidiansi F MKes menerangkan saat ini rumah sakit yang dipimpinnya mengembangkan pelayan yang bukan hanya melayani sakit jiwa.

"Termasuk juga psikologi, minat dan bakat sekolah. Untuk fit dan proper test merekrut pegawai. Anak dan remaja untuk autis dan hiperaktif. Target kita menjadi rumah sakit rujukan yang terbesar di Indonesia dengan luas bangunan 27 ribu m2 dan luas tanah 10,3 ha," ungkap alumni FK Unpad pada peresmian RS Erba, Senin (9/7/2012).

Wanita asal Mendayun (Ogan Komering Ulu) ini terhitung 4 Mei 2012 baru menjabat Direktur RS Erba menerangkan dengan perluasan gedung baru ini saat ini sudah ada gedung administrasi, gedung poli rawat jalan, rawat inap, Diklat.

"Untuk Diklat ini kita kerjsama dengan sekolah kesehatan se-Sumsel, FK Unsri, FK UMP, dan kita baru terima kerjasama dengan FK salah satu Universitas swasta di Jakarta yang minta belajar di sini," kata wanita yang biasa disapa dokter Essy.

Menurut Dr Essy, RS Erba yang dibangun selama tiga tahun dan merupakan RS tipe A ini kini retribusinya mencapai 136 persen dari target Rp 3,5 M.

"Kita ada tiga dokter spesialis kejiwaan. Ada dr Farah, dr Shahb, dan dr Latifah. Sedangkan lima spesialis ada mata, kulit dan kelamin, syaraf, penyakit dalam, dan kebidanan. Karena kita juga melayani rawat jalan," kata dr Essy.

Kadinkes Sumsel dr H Zulkarnain Noerdin mengimbau agar masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas RS Erba yang tergolong kelas tipe A ini.

"Di sini selain kelas VIP, kelas I, II dan III juga ada pelayanan Jamkesos dan Jamkesmas. Kalau untuk limbah sama dengan RS lainnya sudah standar. Dari banyaknya tempat tidur pasien ini idealnya ditambah dokter. Paling tidak enam dokter lagi. Tapi perpindahan PNS dokter itu perlu waktu," tandasnya.

Sesuai dengan tugas dan fungsinya menyelenggarakan dan melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa dan kesehatan umum yang mempunyai fasilitas pelayanan antara lain:

1. Unit Gawat Darurat.

2. Pelayanan Jiwa (Psikiatri)
• Poloklinik Jiwa (Klinik Dewasa dan Lanjut Usia, Klinik Anak dan Remaja, Klinik NAPZA, Klinik Metadhone)

• Poli Psikologi.

3. Pelayanan Umum

• Poliklinik Gigi

• Poliklinik Spesialis

• Penyakit DalamPoliklinik Spesialis Mata

• Poliklinik Spesialis Syaraf

• Poliklinik Spesialis Kulit dan Kelamin

• Poliklinik Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan

4. Pelayanan Rawat Inap Jiwa

5. Fasilitas Penunjang (Apotik, Laboraturium, Elektromedik, Radiologi, Instalasi Laundry, Instalasi Gizi dan Diklat).

Penulis : Abdul Hafiz
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post - Senin, 9 Juli 2012



RS Ernaldi Bahar yang Terbesar di Indonesia



RS Ernaldi Bahar yang Terbesar di Indonesia
TINJAU RUANGAN - Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didampingi Direktur RS Ernaldi bahar Yunidiansi M Kes beserta sejumlah dokter meninjau ruang perawatan usai meresmikan RS Ernaldi Bahar yang terbesar di Indonesia dan Memiliki 300 lebih kamar perawatan di Jalan Tembus Term
RS Ernaldi Bahar yang Terbesar di Indonesia
TUNGGU GILIRAN - Sejumlah pasien yang berobat jalan menunggu giliran dipanggil untuk di periksa di ruang perawatan RS Ernaldi Bahar yang baru diresmikan hari ini Senin (9/7/2012) Oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin di dampingi Istri


PALEMBANG-Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didampingi Direktur RS Ernaldi bahar Yunidiansi M Kes beserta sejumlah dokter meninjau ruang perawatan usai meresmikan RS Ernaldi Bahar.

RS Ernaldi Bahar yang terbesar di Indonesia dan Memiliki 300 lebih kamar perawatan di Jalan Tembus Terminal KM 12 Kecamatan Talang Kelapa Palembang, Senin ( 9/7/2012).

Penulis : Zaini
Editor : Hendra Kusuma
Sriwijaya Post - Senin, 9 Juli 2012

Selasa, 03 Juli 2012

Lampung Selatan Rusuh

Lampung Selatan Rusuh
Rusak Fasilitas Negara : Kerusuhan terjadi di Kota Kalianda, Lampung Selatan, kemarin (2/7). Massa yang terdiri dari sejumlah elemen masyarakat merusak kantor pemerintahan. Tidak hanya itu, massa juga menutup Jalan Linta Sumatera (Jalusum) yang menjadi lalu lintas dari Pelabuhan Bakauheni menuju Sumatera

Massa Merusak Perkantoran dan Fasum


KALIANDA - Aksi unjuk rasa Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) dan Forum Persatuan Masyarakat Lamsel (Forlas) di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Lampung, kemarin (2/7) kembali diwarnai kerusuhan. Massa yang tergabung dalam LMND dan Forlas merusak sejumlah perkantoran serta fasilitas umum (fasum). Bahkan, kaca tempat mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Syariah Mandiri dan perguruan tinggi DCC yang berada di Jalan Raden Intan, Kalianda, ikut dilempari massa. Sehingga kaca di dua tempat itu pecah.

Bukan itu saja, sejumlah lampu jalan juga dirusak dengan cara dilempar dan diketapel pengunjuk rasa. Bahkan, tenda tempat pelaksanaan tablik akbar yang berada di lapangan Korpri Pemkab Lamsel Selatan ikut dibakar massa. Beruntung peserta yang mengikuti acara tersebut telah membubarkan diri.

Aksi unjuk rasa dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu massa mendatangi kantor Pemkab Lamsel. Mereka mendesak Bupati Lamsel, H Rycko Menoza SZP meminta maaf kepada masyarakat dan tokoh adat, karena sebelumnya mereka merasa dilecehkan Bupati. Selain itu, massa juga meminta bupati memperhatikan marga adat yang ada di Lamsel dan diikutsertakan dalam pembangunan di kabupaten itu.

Sebelum aksi unjuk rasa dan anarkis itu pecah, Bupati sebelumnya menemui massa di Lapangan Radein Intan Kalianda. Di hadapan massa bersama tokoh lima marga, Rycko mengajak masyarakat untuk saling bahu membahu membangun Lamsel ke depan. Sekaligus atas nama pemerintah daerah dan pribadi meminta maaf.

Sayangnya, belum selesai memberikan sambutan, sekitar 10 menit di atas panggung, sejumlah massa melempari dengan air mineral ke arah panggung. Padahal saat itu, Bupati bersama tokoh lima marga sedang berada di atas panggung memberikan penjelasan. Sontak suasana menjadi ricuh. Meski sempat diredam sejumlah tokoh marga, namun massa yang telah terprovokasi tidak menggubris imbauan tokoh kelima marga tersebut.

“Tenang saudara-saudara, jangan bertindak anarkis. Pak Bupati secara kesatria telah meminta maaf kepada masyarakat. Jadi tolong jangan terprovokasi yang akan membuat nama lembaga adat jadi tidak baik,” teriak salah satu tokoh lima marga di hadapan ratusan massa.

Namun, massa tetap tidak dapat dikendalikan. Bahkan berusaha merangsek ke depan menuju ke arah Bupati. Karena tidak dapat dikendalikan, Bupati dikawal ketat aparat kepolisian, TNI dan Sat Pol PP meninggalkan Lapangan Raden Intan bersama sekitar 15 tokoh yang mewakili lima marga menuju kantor pemkab untuk berdialog. Masing-masing marga Legun, Dantaran, Ratu, Rajabasa dan Katibung.

Pertemuan digelar mulai pukul 11.15 WIB hingga pukul 12.15 WIB. Selain Bupati, pertemuan itu juga dihadiri Dandim 0421, Kapolres Lamsel AKBP Harri Muharam.

Dalam pertemuan itu menghasilkan kesepakatan antara lima marga adat dengan pemkab. Di antaranya pangeran Sai Batin dari lima marga sepakat untuk saling bahu membahu membangun Lamsel ke depan. Dengan catatan, pemerintah selalu mengajak dan melibatkan marga adat dalam pembangunan di kabupaten tersebut.

“Kami memberikan apreasiasi kepada Bupati yang secara kesatria telah meminta maaf kepada masyarakat dan kami sebagai manusia biasa juga meminta maaf. Untuk itu, kedepan, kami sepakat mendukung pembangunan untuk memajukan kota Kalianda menjadi kota modern,” ungkap Zainal Abidin, pangeran dari Marga Dantaran.

Dalam dialog itu, Bupati meluruskan jika isu yang yang melecehkan lembaga adat itu tidak benar. Pemkab Lamsel berkomitmen dalam pengembangan adat dan budaya masyarakat Lamsel. Ia juga mengatakan, pemkab selalu konsisten untuk melestarikan adat dan budaya daerah serta mengakui keberadaannya sebagai salah satu pilar utama dalam mensukseskan pembangunan.

Sementara berdasarkan pantauan Radar Lampung (Sumeks Group), sejumlah perkantoran yang dirusak massa yaitu kantor Badan Penanaman Modal Pelayan Perizinan Terpadu (BPMMPT) di Jalan Raden Inten. Akibatnya, kaca pada satuan kerja (satker) itu pecah. Bahkan, massa juga sempat membakar kursi dan kertas-kertas yang ada di kantor itu, sekitar pukul 14.00 WIB. Beruntung aparat gabungan dari Polri, TNI, Satuan Marinir, dan Pol PP sigap menghalau massa dan memadamkan api. Tapi, massa kembali berulah dengan melempari kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Tidak sampai dis itu, massa kembali merusak lokasi wisata di pemandian air panas Way Belerang. Di lokasi wisata itu, massa merusak gerbang dan beberapa fasilitas. Selain itu, massa juga melempari kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD), Dispenda, Badan Ketahanan Pangan, GOW, PU dan kantor Pelayanan Pajak Kalianda. Di kantor pajak, selain merusak kaca dan merusak sejumlah fasilitas kantor, massa juga menjarah 3 buah laptop dan 1 monitor komputer.

Pos Polisi Lantas Kota Kalianda ikut pecah karena dilempari pengunjuk rasa. Termasuk juga kantor Pengadilan Agama. Bahkan massa sempat mengacak-ngacak kantor PA. Selain merusak dan melempari kaca, massa juga ada yang menjarah disana. Sehingga, 3 unit komputer di kantor itu hilang. Berikut 1 unit laptop.

Aksi unjuk rasa juga mengakibatkan jalur jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di tutup sementara dari pukul 13.30 hingga 15.00 WIB.

Kendaraan dari arah Bandar Lampung dialihkan dari depan kantor Dinas Perhubungan melalui jalan lintas timur. Sementara yang dari Bakauheni juga dialihkan ke lintas timur mulai dari Gayam, Ketapang. Karena massa yang berunjuk rasa juga menebangi pohon dan membakar ban bekas di pinggir jalan.

Sementara, aparat kepolisian, TNI, Marinir dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) tidak dapat berbuat banyak ketika massa melakukan aksi anarkis dan perusakan. Karena massa berpencar dengan menggunakan roda dua saat melakukan perusakan itu dan petugas terfokus menjaga keamanan di sekretariat Pemkab dan DPRD.

Terpisah Plt Sekretaris Daerah (Sekdakab) Lamsel Drs Ishak MM mengatakan, pihaknya masih menginventarisasi kerugian serta kerusakan yang terjadi akibat aksi unjuk rasa tersebut. Ia juga menegaskan, pemkab akan melaporkan aksi perusakan itu kepada aparat kepolisian. (dur/jpnn/ce2)

Sumatera Ekspres, Selasa, 3 Juli 2012

Jalintim Macet, Ratusan PNS Absen

Jalintim Macet, Ratusan PNS Absen
Macet : Antrean kendaraan yang terjebak macet di Jalitim Palembang-Indralaya, kemarin

INDERALAYA -- Jalan lintas timur (Jalintim) Palembang-Inderalaya sepertinya sulit terbebas dari kemacetan. Tiap hari, para pengguna jalan selalu mengeluh. Sedikit saja ada mobil mogok atau kecelakaan, juga padatnya kendaraan kala weekend, dipastikan antrean mobil panjang.

Kemarin, misalnya. Kemacetan lebih parah dari sehari sebelumnya. Hanya, lokasi macetnya bertambah, di Jalintim Palembang-Inderalaya dan Jalinsum Palembang-Prabumulih wilayah Ogan Ilir. Antrean dari pukul 03.00-12.00 WIB.

Dampaknya sangat luar biasa. Pegawai negeri sipil (PNS) maupun karyawan yang bekerja di daerah Ogan Ilir, namun berlibur ke Palembang di akhir pekan, banyak yang tak bisa ngantor. Bahkan, di Pemkot Prabumulih ada ratusan PNS absen.

Hengki, seorang PNS di lingkungan Pemkot Prabumulih mengatakan, kemacetan membuat jalan lumpuh total di jalan Palembang-Ogan Ilir. “Saat saya mau melintas di daerah tersebut, sudah macet total. Untung memakai motor sehingga bisa lewat,” terangnya. Lebih jauh ia menambahkan, untuk PNS yang menggunakan kendaraan bus atau mobil pribadi dipastikan tidak akan bekerja. “Macet itu benar-benar parah. kendaraan bus atau mobil pribadi banyak terjebak dan tidak bisa bergerak,” terangnya.

Senada diungkapkan Nita, PNS di Kota Prabumulih. Ia mengaku PNS di sejumlah SKPD di lingkungan Pemkot Prabumulih kebanyakan tidak ngantor karena terjebak macet. “Kalau PNS yang mudik ke Palembang saat weekend, banyak yang terjebak macet. Jadi banyak yang telat, bahkan tidak masuk kerja,” bebernya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Prabumulih Drs H Sobban Asmuni membenarkan ketidakhadiran PNS di lingkungan Pemkot Prabumulih akibat kemacetan parah di daerah Palembang-Ogan Ilir. “Dari kemarin memang jalanan macet, beruntung saya tidak berangkat hari ini (kemarin, red). Pasti ikut terjebak. Saya saja berangkat menuju Prabumulih pukul 5 sore, tiba pukul 11 malam,” bebernya.

Ada empat titik kemacetan yang terjadi. Yakni di Jalintim Palembang-Inderalaya Km 32 Kelurahan Timbangan Kecamatan Inderalaya Utara, Km 33 Kota Inderalaya, Jalinsum Palembang-Prabumulih Km 38 Desa Lorok, Kecamatan Inderalaya Utara, dan Km 18 Desa Sungai Rambutan Kecamatan Inderalaya Utara. Jalintim Palembang-Inderalaya Km 33 Kota Inderalaya atau tepatnya di depan kantor DPRD tidak pernah terjadi kemacetan, sempat terjadi hal serupa.

Begitu juga dengan Jalinsum Palembang-Prabumulih Km 38 Desa Lorok. Panjangnya antrean kendaraan dari Jalinsum ini mencapai 6 km mulai dari Km 38 sampai ke Km 32 Kelurahan Timbangan.

Di Jalinsum Palembang-Inderalaya Km 33 arah Kayuagung, antrean kendaraan tidak begitu panjang. Hanya 1 km. Antrean kendaraan yang terjebak macet justru terjadi mulai dari Km 18 sampai ke Km 32 Kelurahan Timbangan yang panjangnya mencapai 14 km.

Petugas Satuan Lantas Polres Ogan Ilir bahu membahu mengatur dan mengurai kendaraan yang terjebak macet. Kendaraan hanya bisa bergerak dalam hitungan satu atau dua meter. Setelah itu pengemudi harus menunggu selama setengah jam.

Penyebab kemacetan bukan karena adanya kecelakaan atau perbaikan jalan, tapi karena banyaknya kendaraan yang melintas. Kendati pukul 10.00 WIB kendaraan yang melintas di Jalintim Palembang-Inderalaya sudah bisa bergerak, namun kemacetan kembali terjadi di Km 13 Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, pada pukul 11.00-14.00 WIB. Kemacetan di sana disebabkan adanya tumpukan material di samping Terminal Karya Jaya karena adanya pelebaran jalan. Jalan yang dilebarkan dilintasi kendaraan. Saat akan naik ke jalan aspal di depan terminal, kendaraan akan mengurangi kecepatan dan menyebabkan kemacetan panjang di belakangnya.

Titik macet berada di depan Terminal Karya Jaya atau Jl Sriwijaya Raya Km 10. Kendaraan yang terjebak macet dari arah Palembang hanya 1 km. Sedangkan dari arah Inderalaya mencapai 10 km. Mulai dari Terminal Karya Jaya sampai ke Simpang KTM Sungai Rambutan Km 20.

Salah satu pejabat di Dinas PU Ogan Ilir Ilir yang namanya enggan dikorankan menjelaskan, penyebab utama terjadinya kemacetan di depan terminal karena adanya tumpukan material di tengah-tengah jalan antara jalan utama dengan jalan yang akan dilebarkan. “Petugas yang menarik retribusi di depan terminal hendaknya menyuruh kendaraan masuk sehingga tidak menyebabkan kemacetan,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir AKBP Deni Dharmapala SH SIk melalui Kasat Lantas AKP Wawan Andi Susanto SH didampingi Kanit Laka Iptu Zaldi menegaskan bahwa penyebab kemacetan disebabkan karena adanya pelebaran jalan juga disebabkan kurang disiplinnya pengemudi kendaraan. “Pengemudi yang menerobos antrean membuat macet semakin jadi,” pungkasnya. (qda/dom/ce1)

Sumatera Ekspres, Selasa, 3 Juli 2012

Minggu, 01 Juli 2012

Rumah Tradisional Limas

Rumah Limas merupakan prototipe rumah tradisional Palembang. Selain ditandai dengan atapnya yang berbentuk limas, rumah tradisional ini memiliki lantai bertingkat-tingkat yang disebut Bengkilas dan hanya dipergunakan untuk kepentingan keluarga seperti hajatan. Para tamu biasanya diterima diteras atau lantai kedua.

Kebanyakan rumah limas luasnya mencapai 400 sampai 1000 meter persegi atau lebih, yang didirikan diatas tiang-tiang dari kayu unglen atau ulin yang kuat dari tanah dan air. Dinding, pintu dan lantai umumnya terbuat dari kayu tembesu. Sedang untuk rangka digunakan kayu seru. Setiap rumah terutama dinding dan pintu diberi ukiran.

Saat ini rumah limas sudah jarang dibangun karena biaya pembuatannya lebih besar dibandingkan membangun rumah biasa. Rumah limas yang sering dikunjungi olei wisatawan adalah milik keluarga Bayumi Wahab di Jl. Mayor Ruslan dan Hasyim Ning di Jl. Pulo, 24 Ilir, Palembang. Namun hampir ditiap pelosok kota terdapat rumah limas yang umumnya sudah tua, termasuk sebuah rumah limas di museum Balaputra Dewa.

Sumber: Sumselprov.go.id


Rumah Limas PalembangRumah Limas Palembang
Rumah Limas PalembangRumah Limas Palembang

Rumah Limas Palembang

300 Anak Antusias Ikut Sunatan Massal


Manajer PKBL PT Pusri Palembang Dasnil Yusar dan Manajer Umum Fachrurrozy Bey menyaksikan penyunatan di ruang TK/TPA Masjid Aqobah I, Minggu (1/7/2012)

PALEMBANG - Sekitar 300 anak antusias mengikuti sunatan massal untuk dhuafa digelar di ruang TK/TPA Masjid Aqobah I, Minggu (1/7/2012).
"Ini kegiatan YAZRI (Yayasan Amil Zakat PT Pupuk Sriiwijaya Palembang) bekerjasama dengan SPPSP (Serikat Pekerja PT Pupuk Sriiwijaya Palembang), PKBL, PIKPP (Persatuan Istri Karyawan PT Pupuk Sriiwijaya Palembang), Departemen Umum dan Sarana MT Aqobah I dan BPM Aqobah I," ungkap Manajer PKBL PT Pusri Palembang Dasnil Yusar dan Manajer Umum Fachrurrozy Bey.

Menurut Dasnil, 100 kupon untuk sunat ini diantaranya dibiayai Departemen PKBL ini untuk warga empat kelurahan lingkungan ring I PT Pusri Palembang. Meliputi 1 Ilir, 3 Ilir, Sungai Buah dan Sungai Selayur.

"Sedangkan 200 kupon lainnya untuk umum. Masing-masing kelurahan diberikan 25 kupon. Tapi kita punya cadangan mana tahu ada yang datang di luar kupon tadi. Tetap kita layani, PKBL siap bayar yang di luar kouta. Ini wujud kepedulian kita dan momen liburan sekolah ini kita gunakan untuk kegiatan bermanfaat untuk anak-anak yang belum dikhitan," kata Dasnil kepada Sripoku.com.

Sunat laser melibatkan tenaga medis dari RS Pusri, Posyandu terdekat dan ibu majelis taklim.

"Setiap anak yang telah dikhitan diberikan bingkisan berisikan uang sebesar Rp 100 ribu, kopiah, baju koko, kain sarung dan buku tulis," terang Fachrurrozy.

Sementara menunggu antrean giliran dikhitan, panitia menggelar kuis bagi anak yang hapal bacaan-bacaan doa.

Bagi anak yang bisa menjawab dikasih hadiah. Anak-anak pun berlomba naik panggung.

"Lemak nian, sudah besunat gratis dapat hadiah, duit. Eh ini jugo ado lomba siapo pacak hapalan doa. Senanglah," kata Aan. ," terang Fachrurrozy.

Sementara menunggu antrean giliran dikhitan, panitia menggelar kuis bagi anak yang hapal bacaan-bacaan doa.

Bagi anak yang bisa menjawab dikasih hadiah. Anak-anak pun berlomba naik panggung.

"Lemak nian, sudah besunat gratis dapat hadiah, duit. Eh ini jugo ado lomba siapo pacak hapalan doa. Senanglah," kata Aan.

Penulis : Abdul Hafiz
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post - Minggu, 1 Juli 2012 10:10 WIB